News Room, Jumat ( 29/06 ) Penolakan terhadap eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi (Migas) di Kabupaten Sumenep, yang disuarakan beberapa aliansi mahasiswa setempat, tidak menyurutkan Pemerintah Kabupaten Sumenep, untuk menghentikan kegiatan tersebut. Bupati Sumenep, Drs. KH. A. Busyro Karim, M.Si menyatakan, bahwa kegiatan eksplorasi dan eksploitasi migas di Kabupaten setempat, tetap jalan dan tidak akan pernah dihentikan. “Eksplorasi dan eksploitasi migas merupakan kebutuhan pokok, khususnya dibidang teknologi. Kita bisa menikmati aliran listrik dan transportasi yang baik, tentunya butuh sumber daya alam yang ada. Nah, kalau itu ditolak maupun dihentikan, apa masyarakat mau menjalani kehidupan ini kembali ke masa pra sejarah dulu ?. Itu yang perlu dipikirkan juga oleh teman-teman mahasiswa. Makanya, kami bersikukuh tidak akan menghentikan eksplorasi dan eksploitasi migas di Sumenep,”kata Bupati, Jumat (29/06). Menurut Bupati, saat ini pihaknya masih berupaya menjalin komunikasi yang baik dengan BP Migas, terkait dengan pelaksanaan eksplorasi dan eksploitasi migas di Sumenep. “Hasil survey yang kami lakukan, ternyata lebih banyak masyarakat yang mendukung dilaksanakannya eksplorasi dan eksploitasi migas. Jadi, komunikasi dengan BP Migas terus kami jalin dengan baik,”terangnya. Bupati mengungkapkan, untuk sementara operator yang sudah melaksanakan eksploitasi migas di Sumenep, masih ada tiga, yakni PT Kangean Energy Indonesia (KEI), PT. Santos dan PT Husky Oil. “Baru 3 operator yang melakukan eksploitasi migas di Sumenep. Selain itu ada, tapi masih sebatas eksplorasi saja, belum melakukan produksi/eksploitasi migas,”ungkapnya. Terkait dengan dihentikannya eksplorasi migas di Kecamatan Saronggi, kata Bupati, merupakan kebijakan dari BP Migas, seiring munculnya penolakan dari warga sekitar. “Tapi, sekali lagi bukan kami yang menolak. Justru penghentian itu sifatnya sementara, sambil kami bersama BP Migas dan PT. Energy Mineral Langgeng (EML), sebagai operator eksplorasi migas di Saronggi, melakukan pendekatan pada warga setempat,”pungkasnya. ( Nita, Esha )