News Room, Jum’at ( 01/10 Tim Eksekutif Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, masih mengampuni pengusaha agen premium, minyak dan solar, yang menjual harga bahan bakar minyak (BBM) di wilayah kepulauan, diatas harga eceran tertinggi (HET). Kepala Bag Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Drs. H. Suprayugi, M.Si menjelaskan, untuk sementara, pihaknya tidak akan mengambil langkah tegas mengatasi persoalan ini, karena APMS sendiri bersedia mengikuti semua peraturan yang dibuat Pemkab setempat. “Kami akan terus memantau APMS. Kalau dalam perkembangannya, ternyata APMS tetap mempermainkan harga BBM diluar ketentuan, tentunya kami akan lagsung mengeluarkan rekomendasi kepada Pertamina, supaya mencabut ijin APMS tersebut,”kata H. Suprayugi, pada wartawan di kantornya, Jum’at (01/10). Sesuai hasil pantauan yang dilakukannya, kata H. Suprayugi, permainan harga itu tidak dilakukan oleh APMS, melainkan ditingkat eceran. “Namun, yang menjadi permasalah selama ini, APMS hanya melayani pengecer saja. Sedangkan konsumen yang datang langsung ke lokasi justru diabaikan. Kondisi inilai yang akhirnya memicu adanya permainan harga dan menyebabkan kelangkaan BBM di kepulauan,”ujarnya. Sementara, Ketua Komisi B DPRD Sumenep, Ir. Bambang Prayogi, mengaku, akan secepatnya menggelar rapat evaluasi kinerja pengusaha APMS pulau Kangean dan Masalembu, pada pertengahan bulan Oktober 2010 mendatang. “Evaluasi ini perlu, supaya kami bersama Eksekutif bisa mengetahui kejelasan kinerja pengusaha APMS. Sebab, kami sudah beberapa kali menerima laporan, terkait permainan harga dan kelangkaan BBM di kepulauan,”ungkapnya. Bambang mengungkapkan, rapat evaluasi tidak bisa dilakukan sekarang, karena saat ini masih sibuk dengan pembahasan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumenep tahun 2010. “Pimpinan DPRD menginstruksikan kami supaya untuk sementara fokus pada pembahasan perubahan APBD yang kemungkinan besar akan tuntas pada pekan depan,”terangnya menambahkan. ( Nita, Esha )