Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 12-01-2006
  • 444 Kali

EKSEKUTIF DIMINTA LEBIH AKTIF TURUN KE LAPANGAN

Sumenep-Infokom News Room : Anggota Dewan menilai, masih banyaknya keluarga miskin di Kabupaten Sumenep hingga saat ini, dimungkinkan karena Eksekutif kurang aktif turun lapangan. Demikian diungkapkan Anggota Fraksi Golkar DPRD Sumenep, Raud Faiq Jakfar, Kamis (12/01). Aud panggilan angkrabnya menerangkan, seharusnya sebagai Abdi Pemerintah, Eksekutif mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat secara maksimal, mulai dari aparat Desa hingga aparat Pemerintah Kabupaten. Karena menurut Aud, dalam Birokrasi itu, sistem yang digunakan masih terkesan Asal Bapak Senang (ABS). Karena itu, pihaknya meminta kepada Eksekutif, khususnya Camat dan aparat Desa, betul-betul menjalankan tugasnya dengan baik, yakni mengontrol dan mengawasi nasib dari masyarakat yang dipimpinnya, agar keminskinan di Sumenep itu bisa berkurang. Bahkan Aud menekankan kepada aparat Desa, untuk tidak menyembunyikan adanya keluarga miskin, tapi harus melaporkan kepada Camat, yang kemudian dilaporkan kepada Dinas terkait. Aud melihat, hingga saat ini, keberadaan keluarga miskin terkesan ditutup-tutupi. Dijelaskannya, jika sistem tersebut tetap digunakan, niscaya keluarga miskin akan berkurang. Untuk itu, pihaknya meminta kepada Camat dan aparat Desa maupun Dinas terkait, untuk aktif turun kelapangan, agar masyarakat merasa benar-benar ada yang memperhatikan. Sementara itu, hal senada juga dilontarkan Sekretaris Komisi D DPRD Sumenep, Drs. Moh. Hanif. Menurutnya, memang seyogyanya Eksekutif turun langsung ke lapangan untuk mengecek kondisi dari masyarakat bawah. Karena, tanpa turun langsung ke lapangan, data dari keluarga miskin sulit terdeteksi. Namun, pihaknya menilai positif terhadap tanggapan yang diterima Eksekutif, terutama Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Sumenep. Karena, setelah temuan mengenai adanya 4 Kepala Keluarga (KK) di Desa Sema Kecamatan Guluk-guluk mengalami kesulitan perekonomian, dan ternyata pihak Eksekutif langsung melakukan tindakan, dengan segera mengucurkan bantuan berupa beras sebanyak 1 kwintal dan sejumlah hewan qurban. ( Nita, Esha )