Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 12-05-2020
  • 648 Kali

DWP Dispertahorbun Isi Kegiatan Ramadan Dengan Baksos

Media Center, Selasa ( 12/05 ) Dalam rangka mengisi kegiatan selama bulan suci Ramadan, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Sumenep menggelar bakti sosial, dengan membagikan sembako, parcel, takjil dan baju layak pakai.

"Alhamdulillah, kami di bulan Ramadan ini bisa berbagi bersama melakukan bakti sosial yang telah dilaksanakan beberapa kali baik kepada masyarakat, panti asuhan dan pondok pesantren," kata Ketua DWP Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan, Asih Wulandari, S.Sos, Selasa (12/05/2020).

Bakti sosial yang dilakukan untuk menumbuhkan benih kebaikan di organisasi para istri Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Sumenep kepada masyarakat.

Apalagi saat ini, dalam keadaan wabah Virus Corona atau Covid-19 yang berdampak tidak hanya pada kesehatan semata, namun juga berefek negatif pada sektor ekonomi masyarakat.

“Mudah–mudahan, kami selalu diberikan kesempatan terus menebar kebaikan terhadap masyarakat agar tidak berhenti sampai bulan Ramadan tahun ini,” tuturnya.

Ia berharap, kegiatan ini bisa meningkatkan rasa cinta kasih, saling menolong dan rasa saling peduli di jajaran Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Sumenep kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan.

“Bantuan sosial yang telah tersalurkan di antaranya santunan kepada anak yatim sebanyak 10 orang, parcel sembako sebanyak 236 paket, pembagian takjil setiap minggu sebanyak 150 bungkus serta baju layak pakai,” tandas Asih Wulandri.

Asih Wulandri menambahkan, bakti sosial ini adalah salah satu program kerja DWP Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Sumenep untuk meningkatkan kepedulian sosial kepada masyarakat.

“Kami mengarahkan sasaran bantuan itu di antaranya anak yatim, tukang ojek online, tukang sampah, pedagang kaki lima, duafa, tukang becak dan sopir angkot,” pungkasnya. ( Yasik, Fer )