News Room, Sabtu ( 05/10 ) Lomba Busana Muslim Batik Madura yang digelar Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Kamis (05/10) di Gedung Ki Hajar Dewantara, sangat meriah. Karena, diikuti keluarga besar Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, hingga UPT Dinas Pendidikan Kecamatan daratan dan kepulauan, serta UPT SMP, SMA dan SMK se Kabupaten Sumenep. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Drs. H. Achmad Shadik, M.Si dalam sambutannya berharap, melalui Lomba Busana Muslim Batik Madura, mampu meningkatkan kreatifitas para wanita, khususnya ibu-ibu Dharma Wanita, agar lebih kreatif dan memiliki minat untuk mengembangkan Batik Madura, khususnya di Sumenep ini. “Sebab, saat ini Batik Madura tidak hanya dikenal di Indonesia saja, namun sudah merambah ke luar negeri. Bahkan diakui oleh salah satu badan pekerja Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yakni UNESCO, dengan mengukuhkan batik milik Indonesia untuk dunia,”jelasnya. Karena itu, sebagai masyarakat Madura, harus memiliki kebanggaan dengan Batik Madura, khususnya batik dari Sumenep, yang merupakan karya budaya warisan, yang hingga saaat ini tetap diminati oleh semua kalangan. Bahkan, batik seringkali digunakan dalam acara-acara resmi kenegaraan, resepsi serta tetap layak digunakan kapan dan dimanapun. Sementara Ketua Dharma Persatuan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Hj. Indah Shadik menjelaskan, kegiatan Lomba Busana Muslim Batik Madura, agar lebih mengenalkan dan membudayakan Batik Madura yang tidak hanya sebagai simbol identitas kultural, namun merupakan kekayaan budaya bangsa, khususnya Budaya Madura, dengan penampilan para wanita-wanita cantik, anggun dan penuh semangat memakai gaun Batik Madura. “Diharapkan, dengan kreatifitas busana Muslim Batik Madura semakin menumbuhkan rasa cinta terhadap karya Batik Madura sendiri, sehingga semakin diminati dan berdampak pada perekonomian masyarakat di Sumenep,”tambahnya. ( Ren, Esha )