News Room, Selasa ( 03/11 ) Aksi mendukung terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berlangsung. Kali ini, mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Kabupaten Sumenep, menggelar aksi damai dengan melakukan Sholat Ghaib, guna mendoakan agar polemik yang terjadi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera teratasi. Aksi puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Cinta Indonesia dan Antikorupsi tersebut digelar di Taman Adipura, pada Selasa (03/11) pagi. Koordinator aksi, Rusdi, mengatakan, sudah selayakanya KPK diselamatkan. Kalau pun ada oknum yang harus dijerat secara hukum karena tindak pidana tertentu, silakan diproses orangnya. Jangan lembaganya yang diseret-seret. “Selamai ini, pemerintah menyeruakan penegakan supremasi hukum. Tapi, pada detik ini justru pemerintah tidak bisa bertindak signifikan terhadap persoan ini. Dan, terkesan KPK dan Polri menjadi “Tikus dan Buaya†yang sama-sama bertengkar,â€Âterangnya. Dalam pernyataan sikapnya yang dibacakan Nurul Amin, Gerakan Mahasiswa Cinta Indonesia dan Antikorupsi disebutkan, bahwa penyelesaian kasus tersebut harus dilakukan secepatnya, guna menghindari kehadiran orang-orang yang tak bertanggungjawab dan semakin memperkeruh persoalan di KPK. Dalam aksinya, mahasiswa juga membawa spanduk warna putih yang disiapkan bagi warga untuk tanda tangan sebagai simbol dukungan bagi KPK. Selain di kawasan Taman Adipura, aktivis Gerakan Mahasiswa Cinta Indonesia dan Antikorupsi di Sumenep juga berusaha menggalang tanda tangan di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat. Sebanyak tiga anggota DPRD Sumenep, yakni Iskandar, Khuzaini Adhim, dan Syaiful Hasan, menandatangani spanduk yang disodorkan mahasiswa sebagai bentuk dukungan pada KPK. ( Nita, Esha )