Media Center, Selasa ( 18/04 ) Salah satu upaya Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep dalam rangka mendukung pencanangan Visit Sumenep 2018, yakni dengan meningkatkan pelayanan kesehatan (yankes), khususnya di Pulau Giliyang, yang merupakan salah satu lokasi wisata kesehatan oksigen tertinggi ke dua di dunia, setelah Yordania.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, dr. H. A. Fatoni, M.Si, kepada Media Center, Selasa (19/04) mengungkapkan, pihaknya akan memaksimalkan pelayanan kesehatan di Pulau Giliyang secara door to door ke rumah warga dengan memberikan pengobatan, khususnya kepada masyarakat yang terkena TBC maupun lepra.
“Sebab, biasanya jika di daerah yang memiliki oksigen tinggi karena dingin, masyarakat rentan kena TBC dan lepra,”ungkapnya.
Karena itu, tegas dr. Fatoni, petugas kesehatan yang ada di Giliyang akan mendatangi rumah warga yang kena penyakit TBC akan langsung diobati. Karena penyakit TBC jika diobati selama 2-3 bulan tidak akan menular lagi. Termasuk penyakit lepra yang harus terus mendapat perawatan agar tidak sampai menular.
“Disamping itu, Puskesmas Pembantu (Pustu) yang ada di sana akan diganti Pustu Pariwisata, yang juga akan disediakan 10 unit sepeda ontel, agar bisa digunakan keliling pulau Giliyang dengan sepeda sehat,” tandasnya.
Disamping itu menurut dr. Fatoni, pihaknya juga akan melakukan sosialisasi, bagaimana membuat homestay yang sehat, serta cara memasak makanan, agar ketika pengunjung bermalam di homestay dan masak sendiri makanan yang sehat. ( Ren, Esha )