Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 02-11-2009
  • 563 Kali

Dukung KPK, CICAK Madura Sematkan Pita Hitam

News Room, Senin ( 02/11 ) Sebanyak 12 aktivis Cinta Indonesia Cinta Komisi Pemberantasan Korupsi (CICAK) Madura menggelar aksi damai di halaman Kantor DPRD Sumenep, Senin (02/11) pagi, guna menggugah kesadaran anggota dewan dan warga setempat untuk memberikan dukungan sepenuhnya pada Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK). Sambil membentangkan spanduk bertuliskan dukungan pada KPK, aksi itu juga diwarnai dengan permainan musik tradisional. Selanjutnya, dilakukan penyematan pita hitam dilengan diri pada dua anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep, yakni KH. Khairul Amin, SH dan Dwita Andriyani, dan diakhiri pembubuhan tanda tangan di spanduk, yang disodorkan aktivis CICAK sebagai bentuk dukungan pada KPK. Koordinator CICAK Madura, Januar Herwanto, mengatakan, aksi ini merupakan wujud simpati atas ditahannya dua pimpinan KPK. “Pemasangan pita hitam dilengan kiri tersebut, untuk menunjukkan rasa bela sungkawa kami atas ditahannya dua pimpinan KPK. Selama ini kami melihat memang ada gerakan-gerakan untuk mematikan gerakan anti korupsi,”terang Januar, pada wartawan di halama kantor DPRD Sumenep, Senin (02/11/2009). Sementara, Khairul Amin anggota DPRD Sumenep dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDIP), usai menandatangani spanduk dukungan pada KPK mengatakan, pihaknya sangat menyesalkan penahanan atas dua pimpinan KPK itu. “Kenapa saya menyatakan sangat menyesalkan. Karena, KPK itu sudah punya payung hukum yang jelas untuk memberantas korupsi. Jadi, sudah selayaknya lembaga ini diamankan, sebagai satu-satunya lembaga yang objektif, dan tidak berpihak kepada lembaga manapun,” tegasnya. Ungkapan serupa juga dilontarkan Dwita Andriyani, anggota DPRD dari Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN). Menurutnya, KPK itu harus tetap eksis guna melaksanakan tugasnya sebagai garda terdepan pemberantasan korupsi di Indonesia. “Penahanan ini seharusnya didudukkan pada porsi sebenarnya, kalau indikasinya belum jelas, jangan buru-buru menahan KPK. Polisi semestinya lebih mengedepankan asas praduga tak bersalah,” ujarnya. Selain dua anggota DPRD Sumenep, sejumlah warga setempat termasuk wartawan, ikut menandatangani spanduk yang disodorkan aktivis Cicak sebagai simbol dukungan pada KPK. ( Nita, Esha )