Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 27-10-2005
  • 774 Kali

DUGAAN PEMOTONGAN BLT TERUS DIUNGKAP POLRES SUMENEP

Sumenep-News Room: Tersangka pemotongan Bantuan Langsung Tunai (BLT) terus diungkap, itu setelah semakin banyak warga yang melaporkan pemotongan pembagian uang tunai dari kompensasi pengurangan subsidi BBM tersebut kepada polisi Untuk pertama kalinya, Selasa (25/10) laporan dugaan pemotongan BLT dilaporkan ke Polres Sumenep. Adalah Ach. Faidlal Rahman Ali, 23, warga Desa Sera Tengah, Kecamatan Bluto, yang datang bersama 14 warga lainnya yang mengaku sebagai korban. Saat diperiksa penyidik, pelapor mengungkapkan indikasi penyimpangan realisasi BLT yang diduga dilakukan oleh Perangkat Desa setempat yang berinisial AK . Caranya AK yang bertindak sebagai Petugas Pencacah Lapangan (PCL) di Desa Sera Tangah mengumpulkan warga dari keluarga miskin (gakin) yang menerima BLT yang dibuktikan dengan memperoleh kartu kompensasi BBM (KKB). Dalam pertemuan tersebut, AK dituding melakukan kesepakatan pada pemegang KKB untuk dipotong sebanyak Rp. 100 ribu dari realisasi triwulan pertama Rp. 300 ribu. Menurut pelapor, AK memaksa pemegang KKB untuk tanda tangan dalam surat pernyataan adanya pemotongan yang akan disalurkan kepada gakin yang tidak memperoleh KKB. Bila tidak mau tanda tangan, AK mengancam tidak akan menyerahkan KKB yang bersangkutan. Kapolres Sumenep AKBP Budiyono Sandi melalui Kasat Reskrim Iptu Moh. Kholil menjelaskan, pihaknya akan langsung melakukan penyelidikan atas laporan tersebut. Dan, untuk sementara, pihaknya baru meminta keterangan pada pelapor (Faidlal). “Kita ingin mampelajari kasus ini lebih mendalam dengan cara memeriksa pelapor,� katanya. Kholil juga mengungkapkan, pihaknya tidak akan tergesa-gesa memberi kesimpulan atas kasus dugaan penyimpangan realisasi BLT yang diduga dilakukan oleh AK tersebut. ( JP, Im )