Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 02-07-2012
  • 703 Kali

Dua Warga Saronggi Kesurupan Saat Aksi Tolak Eksplorasi Migas

News Room, Senin ( 02/07 ) Sebanyak 2 warga Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, kerasukan roh halus, saat melakukan aksi menolak kelanjutan eksplorasi migas disumur ENC-1, dilokasi berlangsungnya istighotsah dan doa bersama, pada Senin (02/07) pagi, di Desa setempat. Kedatangan massa yang sebagian besar perempuan, membuat kegiatan yang dihadiri langsung Bupati Sumenep, Drs. KH. A. Busyro Karim, M.Si beserta Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) dan para kiyai tersebut, berlangsung singkat. Salah seorang warga Desa Tanjung, Saronggi, Juhairiyah, mengatakan, sampai saat ini warga setempat tetap menolak dilakukan eksplorasi minyak dan gas bumi (migas). “Tidak ada kata kompromi dalam hal ini. Kami tetap menolak, dan harus ditutup eksplorasi migas di Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi,”tegas Juhairiyah. Hal senada diungkapkan Iksan, warga setempat. Menurutnya, warga tidak tahu tentang istighotsah tersebut, karena tidak semua diundang. “Hanya sebagian warga yang diundang. Kami curiga kalau istighotsah itu merupakan tanda akan dilanjutkannya ekplorasi. Makanya, kami berbondong-bondong datangi lokasi doa bersama ini, sebab kami menolak ekplorasi itu dilanjutkan,”terangnya. PT. Energi Mineral Langgeng (EML), pada tanggal 3 April 2012, meresmikan penanjakan sumur gas ENC 1 di Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi. Namun, pada 15 Mei 2012, ratusan warga Desa Tanjung berdemonstrasi di depan Kantor Bupati dan DPRD Sumenep, menolak eksplorasi migas oleh PT. EML. Penolakan warga terhadap kegiatan eksplorasi migas di sumur ENC-1, membuat PT. EML sejak tanggal 21 Mei 2012, tidak lagi melakukan aktifitas dilkasi pengeboran tersebut. Dan, berjanji akan melakukan sosialisasi ulang. ( Nita, Esha )