News Room, Jumat ( 13/04 ) Sungai Kebonagung, Kecamatan Kota Sumenep, renggut 2 nyawa sekaligus yang merupakan siswa kelas 3 di Sekolah Menengah Atas (SMA) Plus Miftahul Ulum, pada Jumat (13/04) siang, sekitar pukul 11.00 WIB. Kedua korban itu, yakni Deki Susanto (18), warga Desa Palasa Kecamatan Talango, dan Hijratur Rofiqi (18), warga Desa Kalimook Kecamatan Kalianget. Korban diduga tewas tenggelam di sungai tersebut karena tidak bisa berenang. Salah seorang teman korban yang selamat, Hadi menjelaskan, awalnya dirinya bersama 3 rekan sebayanya termasuk 2 korban meninggal itu berada dipinggir sungai. “Seperti biasa kami bertiga selain Deki mandi di Sungai Kebonagung. Deki berada dipinggir sungai tidak ikut mandi, karena tidak bisa berenang,”kata Hadi, di Sungai Kebonagung, Sumenep, Jumat (13/04). Namun, kata Hadi, tanpa diketahui tiba-tiba Deki mandi dengan terjun dari atas kedalam sungai, dan tidak muncul lagi. “Karena khawatir tenggelam saya bersama Rofiqi, korban meninggal lainnya berusaha menolong Deki. Tapi saya merasa tidak kuat dan sempat minum air sungai langsung menepi sambil minta tolong. Sedangkan Rofiqi tetap menolong Deki hingga akhirnya hilang juga,”terangnya. Proses pencarian kedua korban yang dilakukan warga bersama petugas sungai setempat, memakan waktu satu jam. Sekitar pukul 12.00 Wib, kedua mayat korban bisa ditemukan dan langsung dievakuasi. Sementara Kapolsek Kota Sumenep, AKP Mohammad Heri mengungkapkan, hasil pemeriksaan luar, kedua korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan. “Meninggalnya korban diduga karena tenggelam di Sungai Kebonagung. Kedua teman korban yang selamat, masih kami periksa guna memperkuat dugaan tersebut,”ungkapnya. Hingga berita ini diturunkan, kedua jenazah korban tenggelam di Sungai Kebonagung itu masih berada di kamar mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep. Polisi masih menghubungi keluarga korban. ( Nita, Esha )