Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 04-04-2016
  • 499 Kali

Dua Bulan Berturut-turut, Sumenep Alami Deflasi

News Room, Selasa ( 05/04 ) Selama 2 bulan berturut-turut, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengalami deflasi. Pada bulan Februari kemarin, Sumenep mengalami deflasi 0,02 persen.

Kemudian di bulan Maret 2016, Sumenep kembali mengalami deflasi sebesar 0,27 persen. Sementara Jawa Timur terjadi inflasi sebesar 0,04 persen, dan nasional juga mengalami inflasi sebesar 0,19 persen. 

“Dari tujuh kelompok pengeluaran, satu kelompok mengalami deflasi, enam kelompok lainnya terjadi inflasi,”ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep, Suparno, Selasa (05/04). 

Kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi adalah kelompok bahan makanan sebesar 1,98 persen. Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi, yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,37 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,23 persen. 

Kelompok sandang sebesar 0,48 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,30 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,15 persen, kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,45 persen. 

“Komoditas yang memberikan andil terbesar terjadinya deflasi adalah beras, daging ayam ras, telur ayam ras, kentang, daun bawang, beras jagung, daging ayam kampung, bandeng/bolu, tarif listrik dan bayam,” terangnya. 

Ia mengungkapkan, komoditas yang memberikan andil terbesar terjadinya inflasi adalah bawang merah, sepeda motor, cabai rawit, bawang putih, emas perhiasan, rujak, cabai merah, cumi-cumi, genteng, dan minyak goreng. 

“Tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Maret 2016) Sumenep sebesar 0,36 persen, Jawa Timur sebesar 0,59 persen, dan nasional sebesar 0,62 persen,”ungkapnya. 

Sedangkan tingkat inflasi tahun ke tahun (Maret 2016 terhadap Maret 2015), Sumenep sebesar 3,50 persen, Jawa Timur sebesar 3,71 persen dan nasional sebesar 4,45 persen. 

“Selama 8 tahun sejak 2009, 3 kali terjadi deflasi, yakni pada Maret 2010 sebesar 0,19 persen, Maret 2011 sebesar 0,01 persen dan 2016 sebesar 0,27 persen,”pungkasnya. ( Nita, Esha )