Media Center, Kamis ( 26/10 ) Sampai saat ini, penyakit jantung tetap sebagai penyebab kematian utama di Indonesia, sementara penyakit yang
"menyeram"kan ini dapat dituruñkan risiko terjadinya pada diri kita,
bila kita menghindari faktor risikonya.
Hal tersebut menjadi
pembahasan pertama oleh dr. Mariatul Fadhilah, MARS (CEO Azzahra
Maternal and Neonatal Hospital Palembang dan Dosen Fakultas Kedokteran
Universitas Sriwijaya Palembang, pada acara "Ngobrol" bersama Klinik
Kesehatan di WAG KOMPAS (Komunitas Para Sales Sumenep), Rabu Malam,
(25/10).
“Prevalensi penyakit jantung mulai dari usia 35 tahun
keatas, ini disebabkan karena usia ini sangat rentan dengan
faktor-faktor risiko untuk terkena penyakit jantung (PJ),”tandasnya.
Diakui Mariatul, jika secara statistik status ekomoni rendah lebih
banyak yang menderita penyakit jantung, tapi saat ini ekonomi menengah
pun mulai meningkat. Dan dari penyakit-penyakit tidak menular, penyakit
jantung adalah paling tinggi diderita di
Indonesia, disamping Stroke dan diabetes melites (DM).
Menjawab
meberapa pertanyaan audiens, dr. Mariatul menjelaskan, gejala umum yang
biasa dirasakan orang yang memiliki penyakit jantung adalah adanya rasa
nyeri di dada kiri, atau berasa tertekan (ada beban di daerah berat).
Dan rasa ini bisa hilang atau berkurang saat istirahat.
dr.
Mariyatul mengingatkan, untuk menghindari faktor risiko yang bisa
menyebabkan penyakit jantung, seperti halnya merokok, obesitas dan
stress yang tidak terkendali. Karena rokok merupakan faktor risiko yang
sama besarnya dengan faktor risiko yang lain terhadap terjadinya
penyakit jantung, karena nikotin dan unsur lain yang ada pada rokok akan
membuat penebalan pada pembuluh jantung, dan merusak pembuluh-pembuluh
ferifer lainnya disamping merusak organ paru-paru.
“Karena itu
Kementrian Kesehatan menghimbau kita semua untuk menghindari penyakit
jantung dengan CERDIK (Cek Kesehatan berkala, Enyakkan Asap Rokok, Rajin
Olahraga, Diet seimbang, Istirahat cukup dan Kelola Stress,”tambahnya.
Sementara Founder WA KOMPASS, Yudi Ananta mengaku, pihaknya sengaja
menghadirkan nara sumber nasional, seperti halnya dr. Mariatul Fadhilah
dalam membahas berbagai hal yang penting untuk masyarakat luas,
khususnya bagi para anggota KOMPASS yang memiliki Group di WA (WassAp),
pihaknya juga sudah menghadirkan nara sumber, mulai dari para pejabat
penting, orang-orang sukses di bidangnya, dan motivator nasional
lainnya. ( Ren, Esha )