News Room, Jumat ( 29/01 ) Ketua Dewan Pendidilan Kabupaten Semenep, KH. Kamalil Ersyad, M.Pd mengakui, pada dasarmya program pemerintah seperti Program Indonesia Pintar (PIP) memang bagus untuk kepentingan rakyat.
Hanya saja tegasnya, yang menjadi persoalan dalam pelaksanaannya terjadi banyak persoalan, karena data penerima PIP justru banyak salah sasaran yang ternyata karena data yang ada lemah.
"Ini yang seringkali menjadi persoalan klasik. dengan data yang ada di Badan Pusat Statistik (BPS) tidak valid dengan kondisi yang ada di bawah,"ungkapnya.
Menurutnya, ada indikasi data yang dipakai hanya copy paste saja dari data pendataan yang lama. Katena itu, H. Ersyad menyarankan dalam meng-update data di daerah juga melibatkan instansi terkait yang memang sudah memiliki update data yang valid.
Dan untuk program PIP ini, karena yang banyak tahu datanya Dinas Pendidikan, jadi tentumya harus dilibatkan. Sedangkan jika memang ingin lebih valid, juga perlu melibatkan Bappeda dan Dinas Sosial yang memang memiliki data potensi dan data kemiskinan yang ada di daerah.
"Jadi, 3 instansi ini juga perlu terlibat dalam menentukan usulan atas sasaran program yang akan dilaksanakan, jadi tidak hanya berdasarkan data di BPS saja," tanbahnya. ( Ren, Esha )