News Room, Jumat ( 04/12 ) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Provinsi Jawa Timur, turun tangan mengatasi kasus adu jotos antar kader DPD Partai Golkar Sumenep, yang duduk di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat. Tim investigasi pun diluncurkan ke Sumenep, yang diketuai H. Harsono Zainudin.
2 kader yang terlibat adu jotos itu, yakni Iwan Budiharto, selaku Ketua DPD Partai Golkar, dan AF Hari Ponto, yang duduk sebagai Ketua Komisi II DPRD Sumenep.
"Kita ke DPD Partai Golkar Sumenep, untuk melakukan investigasi dengan mengklarifikasi kepada dua kader tersebut, baik Iwan maupun Ponto,"kata H. Harsono Zainudin, Tim Investigasi DPD Partai Golkar Jatim, Jumat (04/12).
Ia mengaku sudah mengumpulkan semua keterangan dari dua kader tersebut, yang nantinya akan disampaikan kepada DPD Partai Golkar di Jawa Timur.
"Apapun keputusan hasil investigasi itu merupakan kewenangan mutlak ditingkat DPP Partai Golkar. Sebab, hasil investigasi ini akan dipelajari dan dikirim ke DPP,"terangnya.
Harsono mengungkapkan, secara global, kasus ini memang sudah menyalahi kode etik kepartaian. Namun, apakah nanti akan dijatuhi sanksi atau tidak kepada mereka, masih menunggu keputusan dari DPP Partai Golkar.
Dalam laporannya, Iwan Budiharto yang saat ini menjabat Ketua DPD Golkar Sumenep mengalami luka pada bagian bibir. "Kasus ini sudah masuk pada pidana. Tentunya akan ada sanksi didalamnya," tegasnya.
Sebelumnya, AF Hari Ponto diduga melakukan penganiayaan terhadap Iwan Budiharto di Kantor DPRD Sumenep, Senin (30/11). Keduanya merupakan kader Partai Golkar, namun beda kubu.
Untuk AF Hari Ponto berada dikubu Agung Laksono (AL), sementara Iwan Budiharto berada di barisan Abu Rizal Bakri (ARB). Kasus itu sudah dilaporkan ke Polres Sumenep. Dalam laporannya, Iwan Budiharto mengalami luka bibir, sedangkan AF Hari Ponto mengalami luka pada salah satu jari kanannya. ( Nita, Esha )