News Room, Kamis ( 20/02 ) Kerasnya gelombang laut yang terus menghantam pesisir laut, menyebabkan jembatan Dermaga Tarebung, di Kecamatan Nonggunong (Pulau Sapudi), Kabupaten Sumenep, putus. Demi kelancaran arus transportasi laut di Pulau Sapudi, petugas pelabuhan terpaksa menggunakan bambu darurat untuk menyambung badan jembatan dermaga yang ambruk tersebut. Azis, salah satu petugas pelabuhan Tarebung, Kecamatan Nonggunong (Pulau Sapudi), mengatakan, kerusakan jembatan tempat berlabuh kapal antar pulau di Pelabuhan Tarebung ini, terjadi sejak satu tahun lalu. Namun, sampai sekarang dibiarkan rusak karena belum ada perbaikan sama sekali. “Sudah sekitar satu tahun jembatan dermaga Tarebung rusak. Ya kita alternatif pakai bambu dengan tali seadanya. Itu kami lakukan, supaya dermaga tetap berfungsi untuk bersandarnya kapal besar,”katanya. Ia mengungkapkan, pemakaian bambu darurat sebagai penghubung jembatan dermaga yang ambrol tersebut, sifatnya sementara sampai menunggu perbaikan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep. “Kalau itu dibiarkan, kapal besar tidak bisa sandar. Tapi, kami terus melakukan pengawasan karena ketika gelombang besar, petugas pelabuhan bekerja sangat hati-hati disaat kapal mau sandar,”terangnya. Sementara salah seorang Anak Buah Kapal (ABK) KMP Dharma Lautan Utama (DLU), Widodo mengakui jika kerusakan jembatan Dermaga Tarebung di Pulau Sapudi itu, mengganggu proses berlabuhnya kapal. Sebab, petugas yang menjemput tali kapal harus berdiri diatas bambu darurat tersebut. “Untuk kapal berlabuh sih tidak ada masalah. Hanya saja, kapal penerima tali itu kan melewati jembatan yang rusak. Jadi, mau tidak mau petugas pelabuhan ketika menerima tali dari kapal harus berdiri di bambu darurat tersebut. Ini sangat mengkhawatirkan, karena kapan saja petugas bisa jatuh kalau bambunya sudah tidak kuat menahan derasnya gelombang laut,”ungkapnya. Ditempat yang sama, Erawati, warga setempat berharap agar segera ada perbaikan di Dermaga Tarebung tersebut. Tingkat kerusakannya cukup parah, ditambah sejumlah pagar besi di sekeliling dermaga juga rusak. Hal itu membahayakan penumpang yang akan masuk keatas kapal. “Tolonglah ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten untuk secepatnya memperbaiki Dermaga Tarebung ini. Para penumpang selalu was-was ketika mau masuk keatas kapal,”pintanya. Wati mengaku heran tidak adanya perbaikan di Pelabuhan Tarebung (Pulau Sepudi), yang berbatasan langsung laut selatan pulau Madura. Padahal fungsi dari pelabuhan utama di Pulau Sapudi ini, menghubungkan warga ke beberapa pulau lain di Madura, serta ke Pelabuhan Jangkar, Situbondo dan ke Singaraja, Bali. “Sangat disayangkan kalau Dermaga Tarebung ini terus dibiarkan rusak, karena lama kelamaan bisa hilang dermaga tersebut akibat tergerus ombak,”pungkasnya. ( Nita, Esha )