Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 02-11-2015
  • 14247 Kali

Ditemukan Lontar Manuskrip Kuna Silsilah Leluhur Raja Sumenep

News Room, Selasa ( 03/11 ) Dalam beberapa literatur sejarah, asal-usul Kiai Abdul Qidam atau yang dikenal dengan Kiai Pandiyan masih diperdebatkan. Dalam satu versi, yang diyakini sebagian keluarga Keraton Sumenep, Kiai Abdul Qidam adalah putra Raden Rajasa atau Pangeran Lor II, yang berarti beliau adalah keturunan pancer dari Raden Fatah, Sultan Demak.

Versi lain menyebut, jika kakek dari Bindara Saut, tokoh legendaris dari Keraton Sumenep ini berasal dari keluarga Kiai Parongpong yang bersusur galur pada Pangeran Bukabu, Raja Sumenep dari dinasti Wiraraja II. Namun, kini versi tersebut mulai terbantah dengan ditemukannya sumber silsilah kuna yang ditemukan salah satu keluarga Keraton Sumenep, R. Ismail. Dalam sumber berupa manuskrip kuna tersebut dikatakan jika Kiai Abdul Qidam berasal dari Kolak, Sukalela, Bangkalan.

"Dalam manuskrip disebut jika beliau adalah putra dari Kiai Selase atau yang bernama asli Kiai Abdul Mufid. Kiai Selase disebut putra dari Kiai Abdul Muqit Talaksa atau Martalaksana bin Badrul Budur bin Kiai Abdurrahman bin Kiai Khathib Pranggan bin Pangeran Katandur,"kata Gus Ismail.

Dalam catatan tersebut Kiai Abdul Qidam ditulis dengan Bindara Abdul Qidam. Jika dikomparasikan dengan riwayat dan data dari Pamekasan, yang merupakan lokasi makam Kiai Abdul Qidam, memang disebut jika Kiai Abdul Qidam itu berasal dari arah barat Pamekasan. Beliau hijrah ke Pamekasan dan menikah dengan saudari perempuan Kiai Abdurrahman atau Kiai Agung Raba, Sumedangan, Pademawu, Pamekasan.

"Dalam catatan keluarga di sini memang Kiai Abdul Qidam disebut berasal dari arah barat Pamekasan,"kata K. Abd. Hamid, pemegang estafet yang menjaga dan melestarikan situs Kiai Raba.

Menurut K. Hamid, Kiai Raba yang tidak memiliki keturunan mengambil kedua putra Kiai Abdul Qidam yang bernama Kiai Adil dan Kiai Abdullah alias Bindara Bungso. Yang menggantikan Kiai Raba ialah Kiai Adil yang berjuluk Kiai Raba II, sedangkan Kiai Abdullah disuruh hijrah ke Batuampar Timur.

Kiai Abdullah ini adalah ayah Bindara Saut Raja Sumenep. Mengenai ditemukannya naskah silsilah kuna Kiai Abdul Qidam yang menyebut leluhur beliau adalah Pangeran Katandur dibenarkan oleh K. Hamid. "Iya benar. Naskahnya berbentuk lontar. Itu juga sesuai dengan data yang dipegang oleh keluarga Petapan Bangkalan yang merupakan sesepuh dari bani Kiai Selase,"kata keturunan langsung dari Kiai Adil ini.

Baik Gus Isma il maupun K. Hamid berharap pihak-pihak yang berkompeten bisa melakukan tindak lanjut penelitian mengenai ditemukannya data tersebut. "Walau memang data sejak dulu, terutama di keluarga Bangkalan, Kiai Abdul Qidam memang sudah diakui sebagai putra Kiai Selase dan Nyai Selase. Nyai Selase adalah cucu Kiai Cendana atau Sunan Cendana (Sayyid Zainal Abidin) Kwanyar Bangkalan,"kata K. Hamid. ( Farhan, Esha )