News Room, Senin ( 23/05 ) Pasca kasus penembakan yang menimpa Herman (40), warga Desa Manding Timur, Kecamatan Manding, Sumenep, oleh orang tak dikenal, pada Sabtu (21/05) malam, polisi langsung melakukan olah di Tempat Kejadian Perkara (TKP), dan menemukan 3 anak proyektil peluru. Kapolres Sumenep, AKBP Susanto menjelaskan, untuk menyelidiki kasus tersebut, polisi telah melakukan 3 olah TKP. "Di TKP kami temukan 3 anak proyektil peluru, dan langsung diamankan. Selain itu, kami juga temukan kayu yang diduga digunakan pelaku untuk menghalangi korban serta benda lainnya,"kata Kapolres, pada wartawan di ruang lobi Mapolres Sumenep, Senin (23/05). Untuk jenis senjata api (senpi) yang digunakan pelaku, kata Kapolres, pihaknya tidak bisa memastikan apakah revolver atau FN. "Jenis senpi masih diteliti oleh Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) di Surabaya. Kami hanya menunggu hasil penelitiannya saja,"terangnya. Kapolres mengemukakan, jika dilihat dari hasil olah TKP, motif dari kasus penembakan itu, diduga kuat bukan perampokan atau pencurian dengan pemberatan. "Karena sepeda motor milik korban tidak diambil. Jadi, motif atas kasus penembakan tersebut masih kami dalami,"ujarnya. Hingga Senin (23/05) ini, polisi sudah memeriksa 6 orang sebagai saksi. Sebelumnya, Herman (40), warga Desa Manding Timur, Kecamatan Manding, diberondong peluru oleh orang tak dikenal, saat pergi ke undangan bersama istrinya, Kulsum (35), di jalan Desa setempat, pada Sabtu (21/05) kemarin, pukul 19.00 WIB. Akibatnya korban mengalami luka serius dibagian lengan kiri dan kanan. ( Nita, Esha )