News Room, Jum’at ( 17/09 ) Hingga saat ini konversi minyak tanah ke gas elpiji di Kabupaten Sumenep belum menyentuh warga masyarakat di daerah kepulauan, sebab didaerah setempat belum dilaksanakan distribusi paket perdana tabung gas elpiji oleh perusahaan yang ditunjuk Pertamina. Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Drs. H. Suprayugi, M.Si mengatakan, pelaksanaan distribusi paket perdana tabung elpiji 3 kilogram untuk masyarakat di wilayah Kecamatan kepulauan masih menunggu kesiapan perusahaan pelaksana sosialisasi dan distribusi. Namun yang jelas, berdasarkan informasi dari perusahaan yang menangani pelaksana sosialisasi dan distribusi paket perdana tabung gas elpiji di kepulauan. Keterlambatan konversi minyak tanah ke gas elpiji diwilayah kepulauan karena faktor cuaca saja. ”Setelah kami konfirmasi ke perusahaan sebelum lebaran kemarin, ternyata karena faktor cuaca yang menghambat pelaksanaan sosialisasi dan distribusi paket perdana tabung gas elpiji. Dan mereka berjanji baru akan melaksanakan sosialiasi dan distribusi paket perdana tabung elpiji dalam waktu dekat ini, seperti di Kecamatan Arjasa, Kangayan, dan Kecamatan Sapaken,”tegasnya. H. Suprayugi menyatakan, untuk wilayah Kecamatan yang lain masih menunggu kondisi cuaca, sebab perusahaan pelaksana sosialisasi dan distribusi sudah siap untuk melaksanakan kegiatannya. Pihaknya berharap perusahaan pelaksana sosialisasi dan distriobusi paket perdana tabung gas elpiji 3 kilogram, benar-benar dalam melaksanakan kegiatannya sesuai dengan prosedur, agar tidak menimbulkan persoalan. ”Kami sudah meminta pada perusahaan itu, untuk kegiatan sosialisasi harus melibatkan semua pihak sekaligus senantiasa bekerjasama dengan Muspika dan perangkat Desa,”ungkapnya. ( Yasik, Esha )