News Room, Jumat ( 20/05 ) Dinas Pertanian Tanaman Pangan (Disperta) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur bekerjasama dengan Kementerian Pertanian Banglades dalam usaha optimalisasi produksi jagung.
Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sumenep berupaya keras dalam upaya pengembangan jagung hibrida di Sumenep. Bahkan, hasilnya sudah mulai dilakukan kerjasama dengan Kementerian Pertanian Bangladesh.
Kepala Disperta Sumenep, Ir. Bambang Heriyanto, M.Si kepda News Room, Jumat (20/05) mengungkapkan, jika pihaknya sudah melakukan MoU (Memorandum of Understanding) dengan delegasi Kementerian Pertanian Bangladesh. Dalam MoU tersebut tertera bahwa Bangladesh akan membiayai sistem kerjasama, mulai pelatihan budi daya jagung kepada petani, uji lapang, pengembangan, hingga pemasarannya.
“Kami harapkan, dengan kerjasama ini, hasil produksi jagung di Sumenep lebih meningkat, sebab selama ini tingkat produksi jagung di Sumenep masih rendah,”ungkapnya.
Diakui Bambang, jika kerjasama itu dilakukan karena selama ini hasil produksi jagung di Sumenep tercatat rendah. Padahal, Kabupaten Sumenep tercatat sebagai salah satu Kabupaten terluas lahan jagungnya di Indonesia, yakni sekitar 189.000 hektar lebih.
Karena itu diharapkan, melalui kerjasama tersebut, hasil produksi jagung lebih meningkat. Jika selama ini, selain pola budi daya yang tradisional, rendahnya tingkat produksi jagung di Sumenep itu disebabkan karena kecenderungan petani memprioritaskan varietas lokal.
“Nantinya pola penanaman jagung di Sumenep akan lebih diprioritaskan varietas hibrida. Dari yang sebelumnya 60 persen varietas lokal, dan 40 persen varietas hibrida akan dibalik menjadi 60 persen varietas hibrida, dan 40 persen varietas lokal,”tandasnya. ( Ren, Esha )