News Room, Kamis ( 27/11 ) Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Disperta) Sumenep, memastikan persediaan pupuk bersubsidi aman hingga akhir tahun 2014. Sampai tanggal 31 Oktober persediaan pupuk bersubsidi tinggal 18.646 ton dari berbagai jenis pupuk. Jenis pupuk Urea 8.360 ton, ZA 3.025 ton, SP 36 2.810 ton, Ponska 2.280 ton, Pupuk Organik 2.165 ton. Kabid Sumberdaya dan Penyuluhan Disperta Sumenep, Kurratul Aini, SP mengatakan, total persediaan pupuk bersubsidi dari berbagai jenis untuk Sumenep tahun 2014 ini sebanyak 46.404 ton. Realisasinya, Urea 16.169 ton, ZA 3.385 ton, SP 36 3.671 ton, Ponska 3.738 ton dan Pupuk Organik 795 ton. "Jadi, kami pastikan persediaan pupuk ini cukup hingga akhir Desember," kata Kurratul Aini, Kamis (27/11). Untuk harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi untuk jenis urea Rp. 1.800,00 per kilogram, ZA Rp. 1.400,00 per kilogram, SP 36 Rp. 2.000,00 per kilogram, Ponska Rp. 2.300,00 per kilogram, pupuk organik Rp. 500,00 per kilogram. "HET baik di daratan maupun di kepulauan sama, tidak ada perbedaan. Pemerintah sudah menentukan harga penjualan pupuk," terangnya. Ia menuturkan, penjualan pupuk bersubsidi tidak boleh diatas HET, termasuk di kepulauan. Karena, sudah ada subsidi transportasi yang disediakan dari pemerintah. "Tidak ada alasan menjual pupuk diatas HET. Karena sudah ada subsidi transportasi bagi wilayah kepulauan," ujarnya. Sedangkan untuk persediaan pupuk bersubsidi tahun 2015, pihaknya sudah mengusulkan sebesar 40.000 ton lebih sesuai Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Jumlah ini sama dengan tahun 2014 ini. "Kami berharap para petani tidak gelisah atau khawatir kekurangan pupuk, karena persediaan masih cukup dan di tahun 2015 sudah disiapkan sesuai kebutuhan," ungkapnya. ( Nita, Fer )