News Room, Kamis ( 23/04 ) Dinas Perindustrian dan Peragangan (Desperindag) Kabupaten Sumenep akan menindaklanjuti bantuan Gubernur Jawa Timur tahun 2004-2006. Bantuan melalui Disperindag Jatim tersebut berupa pembuatan demplot ladang percontohan, dan pembangunan akses jalan masuk ke ladang garam. Selain itu bantuan juga berupa peralatan alat pencuci, alat pengering dan alat yodiumisasi garam kepada petani garam di Desa Kebun Dadap Barat Kabupaten Sumenep. Kepala Disperindag Kabupaten Sumenep, Ir. Hary Kuncoro Pribadi ketika ditemui sejumlah wartawan di kantornya, Kamis (23/04) mengungkapkan, pihaknya akan kembali melayangkan surat ke Disperindag Jatim, terkait persoalan bantuan tersebut. “Kami tak bisa banyak berkomentar. Sebab, kami masih belum memperoleh surat tertulis untuk menjelaskan persoalan tersebut,†aku Hary Kuncoro. Ia juga menyarankan, pihak LSM Garuda Nusantara yang selama ini mempersoalkan bantuan tersebut, hendaknya langsung ke Disperindag Jatim untuk mendapat kejelasan. Sebab, sampai saat ini pihaknya tidak memiliki arsip apapun terkait bantuan itu. Namun, memang pihaknya juga langsung turun kebawah untuk mengetahui keberadaan bantuan itu. “Sebelum surat dari Disperindag Jatim turun, kami juga sudah cek ke lapangan. Ternyata memang ada beberapa bantuan peralatan tersebut. Namun, kami tidak bisa memastikan karena juga tidak mengetahui secara tertulis bantuan program tersebut,†imbuhnya. Bahkan ketika ada Tim dari Disperindag Jatim untuk mengetahui keberadaan bantuan tersebut, tim juga tidak membawa berkas-berkas terkait bantuan tersebut. Jika memang ada indikasi terjadi penyimpangan, henaknya bisa ditindaklanjuti kepada pihak-pihak terkait yang langsung menangani persoalan tersebut. Sementara itu, ketua LSM Garuda Nusantara, usai menemui Kadis Perindag Sumenep mengaku sudah pernah datang ke Disperindag jatim, namun malah dilempar ke Disperindag Sumenep. Karena itu pihaknya menilai, ada indikasi persoalan tersebut disembunyikan oleh pihak terkait waktu itu, agar tidak bisa dilacak oleh LSM. Berdasarkan hasil pantauan dilapangan dan keterangan Kepala Desa Karang Anyar, Pinggir Papas dan Kebun Dadap Barat, mereka tidak mengetahui persoalan bantuan itu. Hanya saja, Kades Kebun Dadap Barat sempat dimintai tanda tangan permohonan bantuan untuk kesejahteraan petani garam. Namun, dalam realisasi bantuan tersebut tidak tahu menahu dan tidak pernah dimintai berita acara oleh pihak manapun. Hal itu juga diiyakan Kades Kebun Dadap Barat, Budiman. Bahkan, melalui surat resmi Pemerintah Desa Kebun Dadap Barat memberikan surat klarifikasi atas bantuan itu. ( Ren, Esha )