News Room, Senin ( 02/04 ) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sumenep, memantau perkembangan harga di Pasar Anom setempat, pasca ditundanya rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) per tanggal 1 April 2012 kemarin. Hasilnya, harga kebutuhan pokok seperti beras, gula dan minyak goreng, masih relatif stabil. Namun, harga cabe justru mengalami kenaikan, seperti cabe kecil sekarang bertengger diharga Rp. 40.000,00 dari sebelumnya Rp. 10.000,00 per-kilogram, cabe rawit Rp. 38.000,00 dari Rp. 25.000,00 per-kilogram. Sedangkan cabe besar tidak ada perubahan harga, tetap sebesar Rp. 8.000,00 per-kilogram. Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kabupaten Sumenep, Drs. Heni Yulianto menjelaskan, kondisi harga kebutuhan pokok dipasaran saat ini masih stabil, khususnya beras jenis ikan paus harga tetap sebesar Rp. 194.000,00 per 25 kilogram. “Untuk sekarang harga kebutuhan pokok relatif stabil. Tidak ada kenaikan yang cukup signifikan,”kata Heni, di Pasar Anom Baru Sumenep, Senin (02/04). Heni mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan upaya antisipasi terhadap kenaikan harga menjelang rencana awal kenaikan harga BBM, yang ternyata ditunda dengan menggelar operasi pasar selama tiga hari berturut-turut. “Kami sudah melakukan operasi pasar, yang disediakan berupa beras premium harganya Rp. 7.300,00 per-kilogram, minyak goreng kemasan Rp. 8.000,00. Operasi pasar merupakan langkah pemerintah Kabupaten Sumenep dengan Pemerintah Propinsi Jawa Timur, untuk menanggulangi kemungkinan adanya rencana kenaikan BBM. Untuk sementara dampak yang ada tidak begitu signifikan terhadap harga sembako,”terangnya. Selama satu pekan kedepan, kata Heni, perkembangan harga kebutuhan pokok di Sumenep akan terus dipantau tiap hari. “Dikhawatirkan penundaan rencana kenaikan harga BBM, dimanfaatkan oleh para pedagang untuk mempermainkan harga. Makanya, kami akan pantau pasar tiap hari selama satu minggu kedepan. Tapi, kondisi sekarang harga masih stabil,”ungkapnya. ( Nita, Esha )