Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 03-03-2009
  • 492 Kali

Dispendukcapil Sumenep Optimis Akhir Maret KTP Selesai

News Room, Selasa (03/03 ) Masih banyaknya proses pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) di Sumenep, membuat Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Sumenep terus bekerja keras memproses pembuatan KTP, agar tidak semakin menumpuk. Bahkan, dari sebelumnya yang hanya menghasilkan sekitar 700 hingga 800 KTP, saat ini bisa menghasilkan 1.200 hingga 1.300 KTP setiap harinya. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kependududkan dan Catata Sipil Kabupaten Sumenep, Drs. Suud Suganda, M.Si ketika ditemui sejumlah wartawan, Selasa (03/03) di kantornya. Menurutnya, jika tidak ada masalah dengan perangkat komputer dan sebagainya. "Kami tetap optimis akhir bulan Maret 2009 ini sebagaimana yang diminta anggota Dewan, proses KTP yang selama ini banyak yang belum diproses akan selesai,"ujar Suud Suganda. Mantan Kepala Bagian Tata Pemerintahan dan Otoda Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep ini, terus akan melakukan angkah-langkah baru, bagaimana memanage kependudukan di Sumenep ini agar terlaksana dengan lancar dan tertib sesuai yang diinginkan masyarakat. Sementara soal keinginan yang akan dilakukan pembuatan KTP secara on line di masing-masing Kecamatan, menurut Suud Suganda, ketika dipertimbangkan dengan biaya yang harus dikeluarkan cukup besar untuk biaya satelit dan perangkat lainnya yang harus dipersiapkan dimasing-masing Kecamatan. Jadi, selama peralatan yang dimiliki masih mampu membuat KTP di kantornya, tidak perlu dilakukan secara on line di masing-masing Kecamatan. Memang diakui Suud, dari sisi keinginan memang ada, namun saat ini masih belum bisa dilakukan dengan pertimbangan biaya satelit yang cukup besar dibandingkan biaya KTP yang dikeluarkan oleh pemohon. Karena itu, Suud berharap masyarakat tidak terlalu terburu-buru untuk dalam membuat KTP, sebab sesuai Kepres maksimal pelayanan bisa dilakukan selama 14 hari. Jadi, kalau nantinya normal tidak sampai berhari-hari pembuatan KTP akan cepat selesai. Sebab, terkadang masyarakat sendiri yang terlalu memaksakan diri untuk diproses cepat, sehingga kadang dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. ( Ren, Esha )