Media Center, Rabu ( 10/11 ) Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Sumenep, menjalankan program “Kunjungan Pelajar ke Museum”, untuk memperkenalkan sejarah sejak usia dini.
Kabupaten Sumenep memiliki peninggalan sejarah masa lalu yang hingga kini bisa dinikmati. Salah satunya Museum Keraton, yang masih berdiri kokoh bersama lokasi pemandian para putri atau “Taman Sare”.
“Kunjungan pelajar ke museum itu merupakan bagian dari program publik Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik,” kata Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Disparbudpora Kabupaten Sumenep, Robi Firmansyah, Rabu (10/11/2021).
Kunjungan pelajar ke museum dilakukan selama dua hari, sejak Senin-Selasa, 08 hingga 09 November 2021, yang melibatkan 200 siswa dan dibagi menjadi dua sesi, karena masih kondisi PPKM. Masing-masing sesi sebanyak 50 siswa-siswi.
Sasaran wisata edukasi tersebut adalah siswa-siswi mulai tingkat PAUD/TK hingga Sekolah Dasar (SD). Maksud dan tujuan kegiatannya adalah dalam rangka memberikan edukasi sekaligus memperkenalkan museum kepada anak-anak sejak usia dini.
“Diharapkan kepada siswa-siswi supaya ingat kepada sejarah masa lalu yang pada akhirnya diharapkan anak-anak muda untuk lebih sering berkunjung dan mencintai museum yang merupakan bagian dari sejarah masa lalu,” paparnya.
Adapun siswa yang ikut serta dalam kunjungan pelajar ke museum yakni, pada Senin, 08 November 2021 adalah sesi 1 siswa dari PAUD El-Fath, dan sesi 2 dari SDN Pabian 3. Kemudian Selasa, 09 November 2021 adalah sesi 1 dari SDN Pandian 5, dan sesi 2 dari SDN Bangkal 2.
Menurutnya, kegiatan ini sangat tepat diberikan kepada siswa mulai usia dini, karena museum dapat membuka jendela dunia yang mampu membuka mata terhadap sejarah kehidupan melalui pengenalan koleksi museum sekaligus mengetahui perjalanan panjang perjuangan di masa lalu.
“Selain itu, kunjungan pelajar ke museum ini juga diharapkan mampu meningkatkan imajinasi dan rasa ingin tahu anak. Karena siswa PAUD maupun SD bisa mempelajari banyak hal,” tuturnya.
Para siswa tingkat PAUD maupun SD tidak sekedar berkunjung dan mendengarkan cerita dari para pemandu museum (guide). Namun, mereka juga diajak menelusuri peninggalan-peninggalan sejarah yang ada di museum Sumenep, termasuk mengunjungi Taman Sare yang merupakan peninggalan Potre Koneng atau permaisuri Kerajaan di Sumenep, pada abad ke-18. ( Nita, Fer )