Disnakertrans Sumenep Optimalkan Prorgam Pengentasan Anak Kepala Disnakertrans Sumenep, Sustono mengatakan, program PPA-PKH untuk Kabupaten Sumenep 2014, sudah merupakan yang ketiga kalinya digarap. Sedangkan garapan pertama dilaksanakan tahun 2008, dan kegiatan kedua dilakukan tahun 2013. Program tersebut bertujuan memecahkan persoalan sosial untuk mengurangi jumlah pekerja anak, sehingga dalam aplikasinya dirancang sebagai program yang terintegrasi dengan Program Keluarga Harapan (PKH) yang dilaksanakan dinas terkait, dengan titik tekan utama pada pekerja anak dari RTSM yang terdaftar dalam PKH melalui pendampingan Ini terbukti dari 180 pekerja anak, sudah terekrut dalam Program Pengentasan Anak dalam rangka mendukung Program Keluarga Harapan PPA-PKH tahun 2014 . Program tersebut juga mengemban misi, yakni bagaimana memberi motivasi untuk anak usia 7-15 tahun agar dapat kembali ke dunia pendidikan “Untuk program PKH ini sudah yang ketiga kalinya, yang bertujuan mengurangi jumlah pekerja anak, di mana program ini untuk memberi motivasi untuk anak usia 7 hingga 15 tahun agar dapat kembali ke dunia pendidikan,” ungkap Sustono, Kamis (19/6/2014). Koodinator Pendamping Nurul Wahyuni menjelaskan, pembinaan untuk 180 pekerja anak ini dilaksanakan selama satu bulan, terbagi di dua lokasi masing-masing di Balai Latihan Kerja (BLK) Parsanga dan Sanggar Kegiatan Belajar SKB Batuan. Sementara jumlah pendamping sebanyak 18 yang juga dibagi di dua tempat.Dalam pembinaan, para pendamping memberikan pendidikan layaknya di sekolah. Selain akademis, para pekerja anak ini juga mendapatkan ilmu non-akademis. “Dalam pendampingan ini kami akan memberikan pendidikan yang layak selayaknya di sekolah formal lainnya. Selain pendidikan akademis juga akan ada pendidikan non-akademis.” Ujarnya Agar mereka dapat melanjutkan pendidikannya, Disnakertrans, tegas Nurul, akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kementrian Agama untuk mengeluarkan rekomendasi khusus agar para pekerja anak dibebaskan dari biaya pendidikan. (Suhartatik/HF)