Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 24-06-2011
  • 639 Kali

Disnakertran Belum Menerima Laporan Ada TKI Meninggal Di Malaysia

News Room, Jumat ( 24/06 ) Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sumenep belum mengetahui kematian Zainal salah seorang masyarakat Desa Sawah Sumur Kecamatan Arjasa (Pulau Kangen) yang meninggal dunia di Malaysia sebagai TKI. Kabid Penempatan dan Perluasan Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumenep Fatah Zamani, Jumat, mengatakan, hingga saat ini, pihaknya belum menerima pemberitahuan secara resmi baik dari Pemerintah Propinsi Jawa Timur maupun pihak terkait lainnya, tentang meninggalnya dan pemulangan jenazah Sainal dari Malaysia. Akibatnya pihaknya belum bisa memastikan legalitas keberadaan Sainal di Malaysia, belum bisa memastikan apakah yang bersangkutan berangkat secara legal atau ilegal, termasuk untuk pemberian bantuan transportasi dan lainnya terhadap warga Pulau Kangean tersebut. ”Kami memang belum menerima ada pemberitahuan tentang warga Sumenep yang berkerja di Malaysia meninggal dunia, dan penyebabnya apakah meninggal karena sakit atau lainnya kami tidak tahu, tapi kalau ada keterangan yang jelas kami pasti memberikan bantuan.”tegasnya. Fatah Zamani menyatakan, seharusnya pemberitahuan itu disampaikan seiring dengan pengiriman jenazah dari keluarga korban, perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) ataupun dari Dinas tenaga keraja Jawa Timur. Karena itu pihaknya dalam waktu dekat berupaya untuk berkoordinasi dengan Propinsi Jawa Timur guna mengetahui tentang kematian TKI asal Kabupaten Sumenep. ”Kami akan mengutus staf untuk berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja Propinsi Jawa Timur agar meng-crosscheck apa ada laporan ada TKI dari Kabupaten Sumenep meninggal. Mengingat sampai saat ini kami belum mendapat laporan.”ungkapnya. Sementara itu Badrul Aini, anggota DPRD asal Kepulauan Kangean mengungkapkan terlepas dari legal ataupun ilegal TKI tersebut, diharapkan pihak terkait memberikan perhatiannya terhadap pahlawan devisa. Bahkan kami minta juga harus mencari jalan keluar untuk menangani persoalan TKI, itu dilakukan mengingat selama ini banyak TKI yang berasal dari Kepulauan.”tambahnya. ( Yasik, Fery )