Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 06-07-2012
  • 446 Kali

Disnak Sumenep Pastikan, Pulau Sapudi Bebas Sapi Luar Madura

News Room, Jumat ( 06/07 ) Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Sumenep, akan meningkatkan pengawasan terhadap Pulau Sapudi, guna memastikan daerah tersebut bebas dari sapi luar Madura. Langkah itu merupakan tindak lanjut, setelah Pulau Sapudi dicanangkan sebagai lokasi pemurnian sapi Madura sebagai bagian dari upaya pelestarian aset sumber daya genetik (plasma nutfah) ternak asli Indonesia. Kepala Dinas Peternakan Sumenep, Arief Rusdi, menjelaskan, dengan pencanangan itu, berarti salah satu konsekuensinya wilayah Pulau Sapudi harus bebas dari sapi luar Madura. Dalam artian, sapi yang berada dan dipelihara oleh warga Pulau Sapudi, betul-betul sapi Madura. “Konsekuensi ini harus dilaksanakan, guna menyelamatkan dan mempertahankan sapi Madura. Sirkulasi sapi yang masuk maupun keluar dari dan ke Pulau Sapudi, akan selalu kami awasi. Karena, Pulau Sapudi harus benar-benar bebas dari sapi luar Madura,”katanya. Hasil pantauan sementara, kata Arief Rusdi, belum ditemukan adanya sapi luar Madura yang masuk ke Pulau Sapudi. “Kami pastikan, sampai saat ini sapi yang ada dan dipelihara oleh warga Pulau Sapudi, murni sapi Madura,”terangnya. Arief Rusdi mengungkapkan, penyelamatan sapi Madura itu dilakukan, sesuai rencana Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Syukur Iwantoro, bahwa Pulau Sapudi akan dijadikan lokasi pemurnian sapi Madura. “Ketika datang ke Sumenep, beberapa waktu lalu. Kami memang diminta mempertahankan populasi sapi di Sumenep dan memaksimalkan program atau kegiatan demi terwujudnya Pulau Sapudi sebagai lokasi pemurnian sapi Madura. Karena, populasi sapi di Sumenep masih tertinggi se-Jawa Timur dan se-Indonesia,” ungkapnya. Berdasarkan hasil pendataan sapi potong dan kerbau pada tahun 2011, yang dilaksanakan Kementerian Pertanian bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS). Populasi sapi di Sumenep mencapai 357.067 ekor. “Nah, tingginya populasi sapi di Sumenep inilah kami diminta untuk mempertahankannya, agar tidak punah. Dan juga sebagai bentuk ikut serta menyukseskan program percepatan swasembada daging dan kerbau (PSDK) tahun 2014,”pungkasnya. ( Nita, Esha )