News Room, Rabu ( 13/06 ) Adanya pemberitaan mengenai tembakau diwilayah Kecamatan Saronggi, diserang hama ulat, ditanggapi serius oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Sumenep. Rabu (13/06) pagi, pimpinan Dishutbun mengecek tembakau milik petani di Desa Saronggi yang terserang hama ulat tersebut. Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Sumenep, Ir. H. Abdul Gafur, M.Si menjelaskan, pengecekan ke lapangan itu sebagai komitmennya menghadapi persoalan berkenaan dengan tembakau. Meskipun, secara resmi pihaknya belum menerima laporan dari jajarannya tentang adanya serangan ulat pada tembakau milik petani di Saronggi. “Sampai Rabu (13/06) ini, belum ada laporan terkait serangan hama ulat pada tembakau di Saronggi. Tapi, secara informal, kami memang menerima informasi tentang serangan ulat tersebut. Makanya, kami langsung menerjunkan tim ke Saronggi untuk mengecek kebenarannya,”kata H. Abdul Gafur, di Sumenep, Rabu (13/06). H. Abdul Gafur mengungkapkan, sementara ini belum mengetahui luas lahan yang terserang ulat tersebut. Karena, petugas yang diutus guna mengecek lahan tembakau itu, masih berada dilapangan. “Kami tidak mau berandai-andai, sebab petugas belum memberikan laporan. Jadi, terkait penyebab munculnya serangan ulat pada tembakau milik petani di Saronggi, belum bisa kami jelaskan. Kita tunggu saja hasil pengecekan yang dilakukan jajaran kami,”ungkapnya. Pada tahun ini, proyeksi lahan tanam tembakau di Sumenep seluas 20.358 hektar atau menurun dibanding tahun 2011 yang mencapai seluas 22.333 hektar. Sementara hasil pemantauan yang dilakukan Dishutbun Kabupaten Sumenep, lahan yang sudah ditanami tembakau oleh petani pada tahun ini sekitar 16.000 hektar. ( Nita, Esha )