News Room, Senin ( 22/11 ) Untuk mengembangkan pohon sengon yang pertumbuhannya cukup cepat dan kegunaan serta hasilnya sangat besar, pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Sumenep menyebar bibit tanaman sengon sebanyak 20.260 bibit yang tersebar dibeberapa Desa pada 10 Kecamatan di Kabupaten Sumenep. Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Sumenep melalui Kepala Bidang Sumberdaya dan Penyuluhan, Daryoko, SE ketika ditemui News Room, Senin (22/11) mengungkapkan penanaman bibit sengon dilakukan untuk mengembangkan hutan sengon di Sumenep. “Sebab, Pengembangan hutan sengon di beberapa daerah di Indonesia yang dilaksanakan melalui Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (Gerhan) cukup berhasil,”ujarnya. Bahkan di Jawa Timur sendiri, tepatnya di Kabupaten Lumajang saat ini sudah berhasil mengundang investor untuk menanamkan modalnya di industri venner dan kayu lapis yang di tanam di hutan rakyat. Bahkan, dengan produksi sengon yang tahun lalu mencapai 707.016 meter kubik, daerah Lumajang saat ini sudah memiliki 45 industri pengolahan kayu dengan 5 diantaranya sudah mengekspor produk hasil olahannya ke pasar Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Karena itu, untuk menumbuh kembangkan tumbuhan sengon di masyarakat, pihaknya melibatkan sentra penyuluh kehutanan perdesaan (SPKP) yang terbentuk di masing-masing Desa dan Kecamatan. Sehingga, sosialisasinya langsung bisa dilakukan oleh masyarakat sendiri yang peduli terhadap lingkungan. Dijelaskan, sepuluh Kecamatan yang akan menjadi sasaran penanaman bibit sengon, yakni Kecamatan Saronggi, Pragaan, Guluk-guluk, Pasongsongan, Rubaru, Ganding, Lenteng, Batuan, Kota dan Kecamatan Talango. ( Ren, Esha )