News Room, Kamis ( 17/11 ) Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Sumenep berencana mengajukan tambahan alokasi pupuk bersubsidi jenis ZA, karena persediaan pupuk tersebut mulai menipis. Kepala Bidang Sumber Daya dan Penyuluh Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Sumenep, Qurratul Aini, Kamis (17/11) mengatakan, pihaknya memang ingin mengajukan penambahan pupuk bersubsidi jenis ZA pada Pemerintah Pusat melalui Pemerintah Propinsi Jawa Timur sebanyak 1500 ton, Realisasi pemakaian pupuk ZA bersubsidi hingga akhir bulan Oktober 2011 lalu, dari alokasi sebanyak 3.735 ton, ternyata penyerapannya yang dilakukan oleh petani di Sumenep sebanyak 3.423 ton. Karena pemakiaan pupuk tersebut oleh petani cukup tinggi, terutama pada saat musim tanam tembakau beberapa bulan lalu. ”Saat ini, sisa pupuk ZA bersubsidi sebanyak 312 ton saja, sehingga kami perlu mengajukan tambahan alokasinya, untuk mengantisipasi kekurangan persediaan pupuk tersebut,”tegasnya. Qurratul Aini menyatakan, untuk persediaan pupuk bersubsidi yang lain, yakni Urea, SP-36, Phonska dan pupuk organik masih relatif aman, karena stock masih cukup untuk memenuhi kebutuhan petani hingga akhir tahun 2011. Untuk realiasi pupuk bersubsidi Urea sebesar 17.452 ton dari alokasi pupuk 29.485 ton, SP-36 realiasinya 2.649,50 ton dari alokasi sebanak 3.869 ton, Phonska realiasinya 2.731,80 ton dari alokasi 6.007 ton, dan pupuk organik realisasinya 377,48 ton dari alokasi 3,231 ton,”ungkapnya. ”Jatah pupuk bersubsidi di Sumenep pada tiap tahunnya, termasuk untuk alokasi 2011 memang tidak sesuai dengan target kebutuhan petani, sehingga kami perlu mengajukan penambahan pupuk bersubsidi ke Pemerintah Pusat untuk alokasi di tahun 2012 mendatang,”ungkapnya. ( Yasik, Esha )