Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 09-04-2021
  • 231 Kali

Disdukcapil Sumenep Lakukan Perekaman Jemput Bola Ke Sejumlah Desa

Media Center, Jum'at ( 09/04 ) Guna memberikan pelayanan pada masyarakat Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sumenep, mendekatkan pelayanan pada masyarakat dengan melakukan pelayanan jemput bola ke sejumlah desa di daratan dan kepulauan.

Kepala Bidang Pelayanan dan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kabupaten Sumenep, Dra. Wahasah, MM mengungkapkan, program pelayanan jemput bola yang dilakukan dinasnya merupakan program yang dilaksanakan setiap tahun.

"Program pelayanan kepada masyarakat ini sudah dilakukan setiap tahun dan untuk tahun ini sesuai Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) ada 50 kali baik di daratan dan kepulauan," ungkap Wahasah, Jum'at (09/04/2021).

Menurutnya, melalui kegiatan mendekatkan pelayanan pada masyarakat yang ingin memiliki dokumen kependudukan utamanya Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el), Kartu Keluarga (KK), Kartu Indentitas Anak (KIA), dan akta kelahiran. Selain itu yang paling utama adalah guna melakukan perekaman karena dokumen foto dan semacamnya harus orangnya sendiri.

Karena itu, bagi warga yang lumpuh dan tidak bisa mendatangi tempat perekaman, pihaknya tetap memberikan pelayanan dengan didatangi ke rumahnya (dor to dor). Karenanya ini harus benar-benar dimanfaatkan dan direspon oleh masyarakat agar manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat.

Untuk itu, pihaknya berharap, seluruh unsur yang ada untuk mendukung kegiatan tersebut, seperti halnya dari kepala desa, dan perangkatnya, tokoh masyarakat setempat untuk menyosialisasikan kepada masyarakat utamanya yang belum punya dan belum merekam data kependudukannya agar program ini terlaksana dengan baik.

"Syukurlah selama ini setiap kali melakukan perekaman ke bawah antusias warga sangat baik, setidaknya ada 96 orang bisa cetak KTP,  KK bahkan akta kelahiran bisa lebih 90-an orang," tandasnya.

Sementara itu, sasaran kegiatan perekaman untuk wilayah daratan dan kepulauan sasaran utamanya di wilayah geografis yang sulit dijangkau dan banyak yang belum rekam dokumen. Di samping dilakukan di balai desa perekaman juga dilakukan di lembaga pendidikan dan pondok pesantren, karena para siswa dan santrinya tidak bisa pulang guna melakukan perekaman. ( Ren, Fer )