News Room, Senin ( 12/08 ) Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep tahun 2013 ini memiliki data masyarakat yang buta aksara sebanyak 111.124 orang. Dari data tersebut akan terus dilakukan upaya pemberantaasan buta aksara melalui program keaksaraaan fungsional yang sudah dilakukan sebelumnya. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Drs. H. Achmad Shadik, M.Si kepada sejumlah wartawan, Senin (12/08) di kantornya mengakui, upaya untuk memberantas buta aksara tersebut tidak hanya melalui dana dari APBND Kabupaten Sumenep. Namun, juga melalui dana APBN. Melalui program APBD dan APBN, kami bertekat tahun 2015 Kabupaten Sumenep akan bebas dari buta aksara.”ujarnya. Dijelaskan mantan Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Sumenep ini, pada tahun 2013 ini, dari dana APBD Kabupaten Sumenep, sekitar Rp. 1 milyar untuk memberantas 2.770 buta aksara. Sedangkan dari APBN akan dilakukan untuk 11.000 lebih orang buta aksara. Sedangkan sisanya sekitar 100 ribu lebih orang buta aksara akan terus di lakukan pemberantasannya hingga tahun 2015, sehingga jika data dari BPS tersebut betul-betul sesuai kondisi yang ada di lapangan, angka buta aksara tersebut akan terus bisa dikurangi. Angka buta aksara yang banyak meliputi daerah Kecamatan Batang-batang, Gapura, Dungkek dan Batuputih. “Kami harapkan data yang diberikan oleh BPS sesuai dengan data dilapangan, sehingga kami tidak kesulitan dalam menelusinya,”pungkasnya. ( Ren, Esha )