Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 17-03-2015
  • 490 Kali

Disdik Akan Bentuk Tim Penulisan Bahasa Dan Budaya Madura

News Room, Rabu ( 18/03 ) Sebuah Tim Khusus untuk penulisan bahasa dan budaya Madura di Kabupaten Sumenep dalam waktu dekat akan dibentuk. Tim ini dipromotori oleh Seksi Kurikulum Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep. 

Pra pembentukan, tim ini dikoordinir oleh salah seorang praktisi Bahasa Madura di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Dr. Muhammad Saidi, M.Pd.

“Idenya beberapa minggu lalu. Kebetulan saya diminta langsung oleh Pak Kadir, kasi Kurikulum Bidang Dikdas, untuk menangani pembentukan tim ini,”ujar Muhammad Saidi, saat dihubungi via ponsel oleh News Room, Rabu (18/03).

Awalnya, menurut Saidi, tim tersebut direncanakan sebatas tim penulisan Bahasa Madura saja, mulai dari tingkat SD hingga SMA. Namun Saidi memberi masukan, agar tidak hanya bahasa Madura saja, melainkan juga penulisan budayanya.

“Jadi, Madura itu tidak hanya bahasanya, tapi budayanya juga. Karena bahasa ini merupakan dari budaya Madura. Secara sederhananya ada budaya prilaku, dan budaya bahasa, sehingga tidak hanya bahasanya, tapi karakter orang Madura itu juga harus masuk,”jelas pengawas SD di UPT Pendidikan Kecamatan Batuputih ini.

Latar belakang pembentukan tim penulisan itu menurut Saidi, karena minimnya buku acuan bahasa dan budaya Madura. Kalaupun ada, itupun hanya sebatas buku bahasanya saja, yang menurut Saidi kadang ditulis oleh yang bukan ahlinya. “Buku-buku itu juga kadang terbitan Kabupaten lain, seperti Pamekasan dan Bangkalan,” tambahnya.

Mengenai waktu pastinya pembentukan tim, Saidi mengaku tidak bisa memastikan. Karena menurut pria kelahiran Sumenep, 16 Juli 1966 ini, pihaknya masih dalam proses mengumpulkan daftar nama yang akan dilibatkan dalam tim, untuk selanjutnya diseleksi.

“Rencananya yang akan dilibatkan ialah guru-guru di lingkungan Disdik Sumenep. Kemudian juga tokoh-tokoh lain yang berkompetan di bidang penulisan, dan juga akan melibatkan Tim Nabhara,”pungkasnya. ( Farhan, Esha )