News Room, Kamis ( 02/05 ) Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Sumenep, yakin bisa mencetak Muri pada pameran keris yang direncanakan digelar saat Hari Jadi Kabupaten setempat, tahun 2013. Kepala Disbudparpora Kabupaten Sumenep, Drs. Bambang Iriyanto, M.Si, menjelaskan, jika mengacu pada jumlah pandai dan empu yang berjumlah 554 pengrajin, dipastikan pameran keris nanti mampu masuk Muri. “Hanya saja, untuk menggapai itu semua memang butuh ide segar dan pengumpulan hasil produk keris buatan pandai dan empu dari Sumenep sendiri sebanyak 5.000 keris,”kata Bambang, Kamis (02/05). Sebagai langkah awal, Kamis (02/05) pagi, Disbudparpora sengaja mengumpulkan pemerhati keris asal Surabaya dan budayawan Sumenep. “Kami membicarakan apa saja yang harus dipersiapkan pada pameran keris nanti agar bisa mencetak Muri,”terangnya. Bambang mengungkapkan, selain itu pihaknya juga merencanakan bakal dilakukan seminar keris se-Indonesia. “Semua kegiatan itu untuk mendongkrak perekonomian para pandai dan empu keris di Sumenep. Ini proses awal supaya keris buatan Sumenep makin dikenal di Indonesia menuju internasional,”ujarnya. Menurutnya, 554 pengrajin keris di Sumenep, yang tersebar di 3 Kecamatan meliputi Bluto, Saronggi dan Lenteng, terbesar di Indonesia. Sebab, di Kabupaten atau Kota lainnya di Indonesia dibawah sepuluh orang, seperti Jogjakarta hanya 6 empu, Solo 10 empu dan Malang 6 empu. “Ini menjadi pemikiran kami, bagaimana menciptakan pasar sekaligus mencetak Muri. Makanya, gagasan kami adalah menjadikan Sumenep sebagai Kota Keris dengan menggelar seminar dan pameran keris. Tentunya, keris yang disajikan pada pameran nanti ditargetkan 5.000 keris. Kami yakin bisa mencetak Muri,”ungkapnya. ( Nita, Esha )