News Room, Sabtu ( 12/11 ) Kesenian Saronen dan Jaran Serek perlu terus dilestarikan, karena itu setiap tahun Pemerintah Kabupaten Sumenep menggelar Lomba Saronen dan Jaran Serek. Seperti halnya yang dilaksanakan sore ini, Sabtu (12/11) dalam rangkaian Hari Jadi ke 742 Kabupaten Sumenep. Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Sumenep, Drs. Amir Fauzi melalui Kepala Bidang Penanganan Budaya dan Pariwisata, Drs. Raysul Kawim kepada News Room menjelaskan, kegiatan Lomba Saronen dan Jaran Serek dilakukan agar kesenian tradisional daerah ini tidak semakin punah. “Sebab, kalau kesenian ini jarang ditampilkan tidak menutup kemungkinan perlahan-lahan akan punah,”ujarnya. Jadi, tegas Raysul Kawim, melalui kegiatan lomba saronen dan jaran serek diharapkan dapat menyadarkan masyarakat untuk melestarikan dan menumbuh kembangkan kedua pasangan seni dan budaya tersebut. Karena itu, harus didukung semua pihak, baik pemerintah dan masyarakat Sumenep sendiri. Sebagai upaya pelestarian seni dan budaya Sumenep, Disbudparpora berupaya mengagendakan Lomba Saronen dan Jaran Serek sebagai kegiatan tahunan, untuk rangsangan dan mengajak masyarakat melestarikan budaya tradisonal. Lomba Saronen dan Jaran Serek yang diikuti peserta Saronen sebanyak 15 kelompok, dan Jaran Serek sebanyak 35 ekor, dilaksanakan mulai pukul 14.00 WIB dan dijadwalkan Bupati Sumenep, Drs. KH. A. Busyro Karim, M.Si yang melepas lomba tersebut. Dengan start Lapangan Gotong Royong menuju Jl. Ahmad Yani, Jl. Diponegoro, Jl. Trunojoyo dan kembali menuju finis di Depan Labang Mesem Kraton Sumenep. ( Ren, Esha )