Media Center, Selasa (05/10) Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Satgas
Covid-19 terus menggalakkan percepatan vaksinasi untuk warganya. Dalam hal ini,
lingkungan pesantren juga menjadi salah satu fokus utama vaksinasi.
Menanggapi hal tersebut, Pengasuh Pondok
Pesantren Nurul Mukhlisin, Desa Pakondang, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep,
KH Achmad Zaini mengimbau masyarakat agar tak takut untuk divaksin. Menurutnya,
vaksin sudah terjamin halal dan mampu membentengi diri dari Covid-19.
“Kepada masyarakat, ayo kita sukseskan
vaksin, ayo kita dukung vaksinasi massal. Dengan vaksin in sya Allah kita melindungi diri kita,
sekaligus melindungi orang lain. Karena dengan tidak divaksin orang itu bisa
membahayakan dirinya juga bisa membahayakan orang lain,” ucap Kiai Zaini, di
sela pelaksanaan Vaksinasi Corona Vac tahap I dan II di wilayah Komando Distrik
Militer (Kodim) Sumenep, Selasa (05/10/2021).
Menurut Zaini, masyarakat tak perlu ragu dengan
kandungan vaksin, apalagi Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH
Miftachul Akhyar telah menyatakan vaksin halal. Begitu juga Majelis Ulama
Indonesia (MUI) secara resmi juga menyatakan halal.
“Berarti menurut beliau-beliau vaksin itu
halal dan aman. Makanya kepada para masyarakat warga Pakondang Rubaru yang
masih meragukan vaksin, enggak usah ragu. Kiai yang lebih alim mau divaksin,
ulama top Indonesia maupun internasional memfatwakan vaksin aman, halal, dan
mubah,” tandasnya.
Di tempat yang sama, rombongan Forkopimda, Forkopimka
dan tokoh lainnya hadir demi meninjau pelaksanaan vaksinasi. Tampak di antara
rombongan, Dandim 0827 Sumenep Letkol Inf Nur Cholis AMd.
Dalam kesempatan tersebut, Dandim memberikan
apresiasi kepada pimpinan dan warga Pondok Pesantren Nurul Muchlisin, yang
sanggup dengan berbagai kesiapan dalam melaksanakan vaksinasi massal sekaligus
memberikan edukasi pada warga.
"Tujuannya adalah biar masyarakat
yakin bahwa vaksin ini aman dan halal serta membangun herd immunity atau
kekebalan dalam tubuh kita masing-masing," tandasnya.
Pandemi Covid-19 berdampak besar terhadap
kesehatan dan ekonomi masyarakat, lantaran wabah ini tidak menginginkan manusia
berinteraksi secara langsung. Karena penularan covid -19 bisa terjadi melalui
mulut, hidung dan mata. Sementara manusia hakikatnya harus berinteraksi secara
langsung.
"Setelah vaksin masif, dan masyarakat
mau divaksin ekonomi kita akan bangkit. Sehingga kehidupan normal baru akan
berjalan," terang Dandim.
Dia berharap, masyarakat Kabupaten Sumenep
dapat mematuhi protokol kesehatan (prokes) secara sungguh-sungguh untuk
melindungi diri sendiri, keluarga, masyarakat sekitar, serta para pengasuh pesantren
agar terhindar dari Covid -19.
"Setelah melalui jalur penerapan prokes,
mari kita terus mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan istighosah dan
ibadah-ibadah yang lain, serta berdoa mudah-mudahan corona segera hengkang dari
bumi Sumekar, Indonesia dan dunia," doanya.
Perlu diketahui, kegiatan vaksinasi dengan
target 1000 vaksin tersebut diselenggarakan dalam rangka HUT ke-76 TNI tahun
2021. Hadir pada giat vaksinasi massal tersebut, Kapolres Sumenep, AKBP Rahman
Wijaya, SIK, SH, MH, bersama perwira jajarannya, kegiatan vaksinasi juga Kadinkes
Sumenep Agus Mulyono, Camat Rubaru, Danramil Rubaru, Kapolsek Rubaru, nakes,
tokoh agama dan tokoh masyarakat wilayah Kecamatan Rubaru. (Miko, Han)