News Room, Selasa ( 18/10 ) Dalam rangka mendukung kebutuhan darah di Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Sumenep yang setiap harinya sering kekurangan stok darah, Dinas Sosial Kabupaten Sumenep turut gencar melakukan sosialisasi donor darah.
Kepala Seksi PMI dan Organisasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sumenep, Yusuf Sujudi kepada wartawan, Selasa (18/10) mengungkapkan, salah satu upaya dalam rangka membantu PMI Sumenep dalam menangani kekurangan stok darah yakni dengan melaksanakan sosialiasi dan donor darah ke sejumlah lembaga pendidikan di Kabupaten Sumenep.
“Kami melaksanakan sosialisasi dan donor darah ke sejumlah lembaga pendidikan di Sumenep dengan sasaran 200 siswa per tahun sebagai pendonor pemula.”ungkapnya.
Diakui, jika tahun ini pihaknya melakukan sosialisasi ke 50 lembaga Sekolah Menengah Atas (SMA) utamanya bagi siswa yang usianya sudah 17 tahun ke atas. Hal tersebut untuk menalangi stok darah yang setiap bulannya di PMI Sumenep minim. Disamping itu siswa sekolah juga masih memiliki darah yang steril dan belum terkontaminasi penyakit.
Karena itu Dinas Sosial Kabupaten Sumenep, juga menerima anggaran sebesar Rp. 455 juta dari APBD Kabupaten Sumenep, untuk kegiatan sosialisasi donor darah.
Meskipun diakui hingga saat ini belum bisa memenuhi target 200 pendonor pemula karena faktor berat badan, tensi darah dan rasa takut, namun kegiatan sosialisasi dan donor sukarela diharapkan bisa memberi motivasi kepada para siswa melakukan kegiatan positif.
“Sebab, kegiatan ini merupakan rasa kemanusian dan kepedulian bersama terhadap masyarakat yang membutuhkan darah.” tandasnya.
Sementara itu sejumlah lembaga sekolah yang sudah menjadi sasaran sosialisasi donor darah yakni, SMA Negeri 2 Sumenep, SMA Negeri 1 Kalianget, SMK Negeri 1 Kalianget, SMA Negeri 1 Gapura, SMA Negeri 1 Ambunten, SMA Negeri 1 Lenteng, SMA Negeri 1 Bluto, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sumenep dan MAN Braji. ( Ren, Fer )