Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 30-11-2012
  • 373 Kali

Dinsos Gelar Razia Dan Rehabilitasi Bersihkan Penyakit Sosial

News Room, Jumat ( 30/11 ) Dinas Sosial Kabupaten Sumenep terus berupaya untuk membersihkan penyakit sosial di masyarakat. Bahkan, program pembinaan eks penyandang tuna sosila yang juga menjadi program Propinsi Jawa Timur itu, bertekat di tahun 2014 nanti bebas dari penyakit sosial. Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sumenep, Hj. Zainurul Qomari, SH, MH kepada News Room diruang kerjanya, Jumat (30/11) mengungkapkan, dalam upaya melakukan rehabilitasi dan bina sosial terhadap tuna sosial seperti Wanita Tuna Susila (WTS) bisa memberikan efek jera, sehingga kembali ke masyarakat dan keluarganya. “Sebab, setiap kali melakukan razia, kami lakukan pendataan dan bimbingan mental, serta mereka harus membuat pernyataan sebelum dipulangkan,”ujarnya. Bahkan, ternyata setelah dilakukan pernyataan, para WTS tersebut memilih untuk dipulangkan kerumahnya dari pada dilakukan rehabilitasi ke Kota Kediri. Karena akan memakan waktu lama setelah sebelumnya diikutkan berbagai kursus ketrampilan untuk bekal mencari penghidupan setelah keluar dari panti rehabilitasi. Dijelaskan Hj. Zainurul, selama tahun 2012 pihaknya sudah melakukan razia sebanyak 4 kali, dan terdapat 45 orang WTS yang tercatat dan dilakukan rehabilitasi maupun dipulangkan dengan pernyataan. Dan dalam razia keempat kalinya, pihaknya hanya menemukan 1 WTS asal Banyuangi dan pasangan selingkuh asal Kabupaten Sumenep sendiri. Mereka ditemukan di Kecamatan Bluto, sedangkan di 3 lokasi lainnya di Kecamatan Ambunten, Dasuk dan Saronggi, ternyata sudah kosong dan tidak beroperasi lagi setelah dilakukan razia sebelumnya. Disamping melakukan razia dan pembinaan terhadap WTS, Hj. Zainurul mengaku juga melakukan pembinaan bagi germo atau mucikari yang menampung para tuna susila ini. Mereka diberikan surat pernyataan untuk tidak melakukanya lagi. “Mudah-mudahan tahun 2013 mendatang sudah tidak ditemukan lagi adanya praktek tuna sulisa di Kabupaten Sumenep, seperti yang diharapkan Pemerintah dan masyarakat,”pungkasnya. ( Ren, Esha )