News Room, Selasa ( 01/09 ) Melalui kegiatan penguatan kelembagaan kelompok petani bahan baku untuk industri hasil tembakau melalui pembentukan koperasi petani tembakau diharapkan Koperasi di Sumenep bisa terus eksis dan bergerak dalam bidang usahanya.
Hal tersebut diungkapkan Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si Sosialiasi penguatan kelembagaan kelompok petani bahan baku untuk industri hasil tembakau di desa Torbang Kecamatan Batuan, Selasa (01/00).
Sebab, diakui Bupati jika Koperasi merupakan salah satu soko guru perekonomian kita.
“Seperti halnya saat ini ketika dolar sudah mencapai Rp. 14.000,00 lebih, banyak pengusaha ketar-ketir, namun Koperasi di Sumenep aman-aman saja.”ungkapnya.
Hal tersebut tegas Bupati Sumenep ini, karena Koperasi yang ada dalam lima tahun ini sudah merasakan adanya penguatan modal. Sebab, dana yang dikucurkan kepada Koperasi sangat banyak.
Dan pada tahun 2014 saja bantuan yang dikucurkan kepada Koperasi mencapai Rp. 1,5 milyar. Hingga ada yang mendapat bantuan modal hingga Rp. 50 juta, bagi Koperasi yang benar-benar hidup.
Sebab, diakui Bupati, dari sekitar 3.000 lebih koperasi yang ada di Sumenep, sekitar 1.255 koperasi yang dinyatakan sehat.
Untuk itu pihaknya berharap melalui kegiatan penguatan kelembagaan tersebut kedepan Koperasi-Koperasi di Sumenep bisa terus berkembang.
Sementara Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sumenep, Imam Trisnohadi, SH, M.Si mengungkapkan, kegiatan penguatan kelembagaan kelompok petani bahan baku untuk industri hasil tembakau melalui pembentukan koperasi petani tembakau di Desa Torbang diikuti sebanyak 150 Pengurus Koperasi. Dan kegiatan yang sama akan terus dilaksanakan di sejumlah wilayah di Sumenep.
“Kami harapkan melalui penguatan kelembagaan Koperasi ini dapat terus meingkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di Sumenep.”tambahnya. ( Ren, Esha )