Room, Kamis ( 17/11 ) Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep menghimbau masyarakat untuk peduli terhadap persoalan sering kurangnya stok darah di Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten setempat, dalam setiap bulannya. Karena itu, masyarakat diharapkan menjadi pendonor darah aktif.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, dr. H. A. Fatoni, M.Si kepada wartawan, Kamis (17/11) mengungkapkan himbauan menjadi pendonor darah aktif, disamping untuk tujuan kesehatan juga berkaitan dengan penyelamatan jiwa dari setiap tetes darah yang didonorkan pada pasien yang membutuhkan.
“Menjadi pendonor darah aktif, tentunya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, seperti melindungi jantung, menurunkan resiko terkena kanker serta mencegah penuaan dini.” ungkapnya.
Dikatakan, untuk memenuhi kebutuhan akan stok darah, selama ini instansinya juga menjadi pelopor kegiatan bakti sosial dengan donor darah. Seperti halnya dilakukan dalam setiap event, seperti pada Hari Kesehatan Nasional (HKN) kemarin, Dinkes melaksanakan kegiatan sosial donor darah.
Karena itu, pihaknya juga berharap kegiatan bakti sosial donor darah juga dilakukan sejumlah lembaga dan instansi yang ada di Kabupaten Sumenep. Sehingga, kekurangan stok darah yang masih sering dihadapi UTD PMI Kabupaten setempat selama ini bisa diatasi.
“Karena jika hanya mengandalkan dari pendonor darah aktif di Sumenep yang hanya 60 orang, sementara untuk memenuhi kebutuhan darah sebulan dibutuhkan seribu pendonor aktif, tentunya masih banyak kekurangannya.” tambahnya. ( Ren, Fer )