News Room, Kamis ( 08/05 ) Dalam rangka mempersiapkan perlaksanaan kegiatan padat karya pada anggaran tahun 2008 ini, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sumenep menggelar rapat koordinasi bersama para Kepala Desa yang akan mendapatkan alokasi Proyek Padat Karya tersebut. Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sumenep, Drs. H. Madani, M.Si, pihaknya melaksanakan koordinasi kepada para Kepala Desa penerima program tersebut agar dalam pelaksanaannya nanti tidak mendapat kendala yang akan menghambat pelaksanaan proyek tersebut. Sebab, dalam waktu dekat atau sekitar akhir bulan Mei 2008 ini proyek tersebut harus sudah mulai dilaksanakan. Jika tidak, sebagian besar masyarakat sibuk dengan tanam tembakau dan sebagainya. Menurut H. Madani, dari 11 lokasi padat karya, 8 Desa diantaranya di daratan dan 3 di kepulauan. Diantaranya Kecamatan Batuputih, Manding, Gapura, Bluto, Guluk-guluk, Lenteng, Dasuk, Pasongsongan, Gayam, Sapeken, dan Kecamatan Arjasa pulau Kangean. Mayoritas kegiatan padat karya kali ini memang lebih difokuskan pada infrastruktur dan hanya satu Desa, yakni di Desa Tanjung Keaok dilakukan ekonomi produktif, yakni untuk produksi ikan kerapu yang dikelola oleh para nelayan disana. Sementara untuk infrastruktur mayoritas padat karya pembangunan jalan makadam. rata-rata lokaksinya membuka jalan baru. Mengenai pelaksanaan jalan makadam ini memang diharuskan melibatkan masyarakat Desa setempat. Disamping memang ingin tetap membudayakan kegotong-royongan, juga memberdayakan masyarakat setempat. Bahkan, yang lebih penting lagi tegas Madani, apabila sudah dilakukan dengan gotong-royong, masyarakat tidak akan segan-segan untuk membantu segala sesuatu dalam kelancaran pelaksanaan proyek tersebut. Bahkan terkadang, ketika harus dilakukan pelebaran jalan dan penebangan pohon-pohon disekitarnya yang dilalui jalan makadam, masyarakat akan dengan suka rela menyerahkannya. Berbeda dengan proyek yang dilaksanakan rekanan yang terkadang masyarakat meminta ganti rugi dan sebagainya. ( Ren, Esha )