News Room, Selasa ( 08/04 ) Dilaksanakannya Pelatihan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat-Program Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan (PNPM-P2KP) ini disamping untuk tujuan menambah pengetahuan, juga untuk meningkatkan kreatifitas dan aktifitas masyarakat dalam menekuni bidangnya masing-masing, sehingga pada akhirnya akan terbentuk kelompok-kelompok atau home industri yang dapat menyerap tenaga kerja yang lebih banyak. Sebab menurutnya, lowongan pekerjaan saat ini sangat terbatas. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sumenep, Drs. H. Madani, M.Si ketika membuka pelaksanaan pelatihan PNPM-P2KP di Balai Desa Kalianget Barat, Senin (07/04) yang diikuti 81 orang peserta dari Desa Kalianget Barat, Kalianget Timur, dan Kalimook. Sementara itu Ketua Panitia, Marjono mewakili dari 3 Desa tersebut menjelaskan, program terpadu dari PNPM-P2KP dengan alokasi dana sebesar Rp. 200 juta, yang terdiri dari lingkungan dan pelatihan. Untuk pelatihan dibagi 4 kelompok yang terdiri dari kelompok pembuatan pot bunga sebanyak 20 orang dengan alokasi dana sebesar Rp. 47 juta, kelompok pembuatan kompor sebanyak 30 orang dengan alokasi dana sebesar Rp. 43 juta, kelompok pembuatan krupuk sebanyak 16 orang dengan alokasi dana sebesar Rp. 10 juta, dan kelompok sambilan diikuti 15 orang dengan alokasi dana sebesar Rp. 20 juta. Sedangkan sisa dari anggaran itu akan dimanfaatkan untuk lingkungan yang difokuskan pada pembuatan jalan aspal. Tim Pelatih dalam program tersebut terdiri dari Dinas Tenaga Kerja, Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Penanaman Modal, Dinas Hutbun, Dinas Koperasi, Pengusaha Kecil dan Menengah, serta dari BRI Cabang Sumenep. ( JuP-02, Esha )