News Room, Kamis ( 26/11 ) Keresahan masyarakat petani, utamanya yang sempat dikeluhkan petani Desa Batuputih Laok Kecamatan Batuputih, soal kurang pasokan pupuk bersubsidi dari pemerintah, mendapat respon dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sumenep. Yakni dengan mengklarifikasi kepada PPL setempat untuk menampung keluhan petani. Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sumenep melalui Kepala Bidang Sumber Daya Penyuluhan, Ir. H. Abdul Gafur, MM, ketika ditemui News Room tadi siang, Kamis (26/11) mengakui adanya persoalan pupuk oleh petani. Karena itu, pihaknya selalu melakukan koordinasi, baik kepada pihak distributor pupuk hingga kepada penyalur dibawah. “Kami memang selalu melakukan pertemuan rutin minimal sebulan sekali, hal tersebut dilakukan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan distribusi pupuk hingga kepada petani,â€Âujar H. Abdul Gafur. Lebih lanjut, terkait soal keluhan beberapa kelompok tani di Desa Batuputih, pihaknya segera melakukan koordinasi dengan PPL setempat agar dicari titik persoalan yang sebenarnya. Sebab, semua wilayah Kecamatan di 27 Kecamatan di Kabupaten Sumenep sudah memiliki jatah sesuai areal tanam dan pola tanam di masing-masing daerah. Jadi, apabila ada kelebihan maupun kekurangan pupuk itu disesuaikan dengan jatah di masing-masing wilayah. Misalnya saja, untuk Kecamatan Batuputih dibagi menjadi 14 Desa dengan pembagian masing-masing Desa disesuaikan dengan jumlah areal yang ada. Sebab, tidak mungkin akan ada salah satu Desa justeru berlebih sedangkan Desa lainnya berkurang. Sebab, penyaluran ke masing-masing Desa melalui kios yang ditunjuk Distributor harus sesuai dengan jumlah jatah yang ada. Karena itu, apabila memang terjadi persoalan yang tidak sesuai dengan kenyataan yang ada, H. Abdul Gafur mempersilahkan petani melaporkan kepada pihak terkait, agar dapat diselesaikan melalui mekanisme yang ada. Ditambahkan, disamping itu pihaknya juga tetap berupaya mengajukan penambahan jatah pupuk bersubsidi dari Pemerintah itu, melalui Propinsi Jatim. Pengajuan untuk tahun 2009 ini yakni masing-masing bervariasi, yakni pupuk Urea sebanyak 5.000 ton, ZA 3.000 ton, Superphos 1.000 ton, Phonska 3.000 ton, dan pupuk organik 1.000 ton. Diharapkan apabila permohonan tersebut terkabul, kebutuhan pupuk oleh petani di Sumenep akan maksimal. ( Ren, Esha )