Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 02-12-2011
  • 553 Kali

Dinas Perta Usulkan Tambahan Pupuk ZA Bersubsidi

News Room, Jumat ( 02/12 ) Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Sumenep mengusulkan penambahan pupuk bersubsidi jenis ZA pada Pemerintah Pusat. Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Sumenep, Ir. Bambang Heriyanto Jumat (02/12) megatakan, pihaknya sudah mengajukan permohonan tambahan pupuk bersubsidi jenis ZA pada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Propinsi Jawa Timur sebanyak 200 ton. Penambahan pupuk bersudsidi jenis ZA itu untuk memenuhi kebutuhan pupuk pada musim tanaman padi dan polowijo hingga akhir tahun ini, karena persediaan pupuk ZA saat ini sebanyak 180 ton, akibat pemakaian pupuk tersebut cukup tinggi pada musim tembakau. ”Kami mengajukan penambahan pupuk bersudsidi jenis ZA itu bukan berarti pupuk tersebut langka, tapi sebagai upaya mengantisipasi kebutuhan petani menanam padi dan polowijo. Karena, pada musim tembakau cukup tinggi, sehingga jatah pupuk ZA yang untuk padi dan polowijo terpakai oleh tanaman tembakau kemarin,”tegasnya. Bambang Hariyanto menyatakan, pihaknya terus berkomunikasi dengan Pemerintah Propinsi Jawa Timur dan pemerintah pusat, agar realisasi penambahan pupuk tersebut dilakukan dalam waktu dekat ini. Namun yang jelas, untuk mengantisipasi kelangkaan pupuk ZA bersubsidi, pihaknya telah mengumpulkan distributor untuk mencari penyelesaian antisipasi kelangkaan pupuk dengan sistem subsidi silang antar distributor. ”Dengan pola subsidi silang tersebut, distributor pupuk bersubsdii tidak hanya melayani kebutuhan pupuk di wilayahnya, namun distributor bisa menjual pupuk pada petani di luar daerahnya yang membutuhkan pupuk tersebut, sehingga sistem rayonisasi yang diberlakukan sebelumnya ditiadakan, karena kalau masih diberlakukan kami khawatir petani di wilayah tertentu, kesulitan mendapatkan pupuk jenis ZA bersubsidi,”ungkapnya. Bambang Heriyanto mengungkapkan, untuk persediaan pupuk bersubsidi lainnya masih relatif aman hingga akhir tahun ini, sehingga pihaknya tidak mengajukan penambahan. ”Karena persediannya masih relatif aman, kami memang tidak mengajukan penambahannya. Persediaan pupuk sudsidi yang rinciannya Urea 5.000 ton, SP-36 884 ton, Phonzka 2.967 ton, dan Organik 2.791 ton,”imbuhnya. ( Yasik, Esha )