Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 20-03-2008
  • 1456 Kali

Dinas Pengairan Fasilitasi Pembetukan G - HIPPA

News Room, Kamis (20/03) Untuk menumbuhkan rasa kebersamaan akan kebutuhan air pada masyarakat petani di pedesaan, Rabu pagi kemarin tadi (19/03), Dinas Pengairan Kabupaten Sumenep memfasilitasi pembentukan Gabungan Himpunan Petani Pemakai Air (G - HIPPA) yang berasal dari HIPPA Tunggal di masing-masing Desa. Kegiatan bertajuk "Pembentukan Gabungan HIPPA Daerah Irigasi Kabonagung Bawah" tersebut dilaksanakan di Balai Desa Patean Kecamatan Batuan. Kepala Dinas Pengairan, Ir. Mohammad Jakfar, MM yang diwakili Kepala Bidang Kelembagaan dan Kemitraan, Chainur Rasyid, SE, M.Si, dalam sambutannya mengatakan, HIPPA sudah ada sejak irigasi mulai menjadi bagian dari pertanian. Organisasi seperti HIPPA, awalnya terkait dengan pemerintahan desa sebagai pusat pengaturan kemasyarakatan, walaupun ada yang berdiri sendiri seperti Subak di Bali. Namun, dalam perkembangannya organisasi ini ada secara tradisional dan mengakar di masyarakat karena dibentuk sendiri oleh sekelompok petani berdasarkan kebutuhannya. Di jaman Orde Baru, pemerintah menganjurkan untuk dibentuk organisasi HIPPA secara formal yang memuat AD/ART yang dibuat oleh pemerintah sebagai pijakan kegiatannya. Atas dasar itu, setiap desa yang mempunyai irigasi dianjurkan dibentuk HIPPA, dengan proses paksaan dan keharusan, dengan orientasi target jumlah dan waktu. Namun, di era Reformasi ini semuanya dikembalikan kepada masyarakat dengan Pemerintah hanya sebagai fasilitator saja. Seluruhnya harus muncul dan diatur sendiri oleh masyarakat. Pembentukan organisasi gabungan ini menurut Mohammad Jakfar, bertujuan mendorong G-HIPPA menjadi organisasi yang mampu berkembang, mandiri dan berbadan hukum, serta berjalan sebagaimana mestinya, dengan melaksanakan pengembangan dan pengelolaan sistem pengairan irigasi secara efektif dan efisien, berkelanjutan dengan partisipasi petani dalam penyelenggaraan sistem irigasi. Dalam penjelasannya tersebut, Mohammad Jakfar juga mengatakan, aspek kelembagaan, teknis dan pembiayaan merupakan beberapa aspek yang termasuk dalam lingkup pemberdayaan organisasi HIPPA. Kegiatan dilanjutkan dengan pembentukan G-HIPPA. HIPPA gabungan dengan nama "Bapana" pun terbentuk, hasil dari gabungan HIPPA Tunggal Bunga Melati dan Sumber Urip dari Desa Patean, HIPPA Bintang Keramat dan Mega Indah dari Desa Babbalan, serta HIPPA Tunas Harapan dari desa Nambakor yang terbentuk berdasarkan hasil keputusan mufakat. Terpilih sebagai Ketua G-HIPPA Bapana, Suherman dari HIPPA Bunga Melati Desa Patean. Usai acara pemilihan, acara dilanjutkan dengan diskusi antara masyarakat petani dengan perwakilan Dinas dan instansi terkait. Hadir dalam kesempatan tersebut, Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Pengairan Kabupaten Sumenep, M. Iskandar Miftah SH, Kepala UPTD Dinas Pengairan Wilayah Timur, Sutisno, ST, dan perwakilan Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, Tohirin, serta Deddy Satria Pinandita, ST, dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kabupaten Sumenep. (Adjie)