News Room, Rabu ( 07/11 ) Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan tidak hanya di daratan, namun upaya penyetaraan pendidikan juga terus dilakukan di sejumlah kepulauan di Sumenep. Seperti halnya program kegiatan workshop pendidikan bagi pengelola lembaga pendidikan dasar di kepulauan. Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Sumenep, Drs. H. Moh. Sadik, M.Si kepada News Room, Rabu (07/11) mengungkapkan, kegiatan workshop pendidikan bagi Kepala Sekolah dan Guru Sekolah Dasar dilaksanakan selama 3 hari, sejak tanggal 2 hingga 4 Nopember 2012 di Kecamatan Arjasa yang diikuti dari Kecamatan Kangayan, Arjasa dan Sapeken. Sedangkan berikutnya pada tanggal 9 hingga 11 Nopember 2012 akan dilaksanakan di Kepulauan Sapudi yang menghadirkan pengelola pendidikan dari Kecamatan Gayam, Nonggunong dan Kecamatan Masalembu. Sedangkan output kegiatan workshop pendidikan tersebut menurut Sadik dapat tersosialisasinya MBS (Manajemen Berbasis sekolah), serta dapat mengimplementasikan pembelajaran Pakem (Pembelajaran Aktif, Efektif dan Menyenangkan). “Jadi, melalui pengelolaan MBS dan sistem pembelajaran Pakem yang diterapkan sekolah dalam melaksanakan proses belajar mengajar di sekolah, akan menjadikan suasana pembelajaran yang menyenangkan bagi guru dan siswa,”ujarnya. Dijelaskan, dengan menerapkan pendidikan MBS dan Pakem kegiatan pembelajaran meskipun terlihat enjoy dan menyenangkan, namun materi pendidikan akan mudah masuk dan terserap sempurna kepada siswa. Disamping itu komonikasi dua arah antar guru dan siswa berjalan dengan baik. Sebab, dalam pembelajaran ini penyerapan pendidikan tidak hanya satu arah, namun antara guru dan siswa ada interaksi yang saling melengkapi. Bahkan, tegas sadik, pengelolaan pendidikan dapat dilaksanakan secara terbuka, baik dalam segi managemen maupun dari sisi pengelolaan Biaya Operasional Sekolah (BOS), sehingga orang tua siswa dan masyarakat dapat mengetahui dan dapat ikut ambil bagian serta memberikan solusi. “Jadi, masyarakat juga dapat terlibat dalam kegiatan pendidikan, dapat membantu sekolah yang tidak hanya berupa materi, namun bisa berbentuk pemikiran, tenaga dan sebagainya,”pungkasnya. ( Ren, Esha )