Sumenep-Infokom News Room : Karena menganggap aksi yang dilakukan siswa SMAN II Sumenep hari Senin kemarin belum ada ketegasan dari Dinas Pendidikan Sumenep, para siswa Selasa (15/02) tetap bersikukuh tidak mau masuk kelas dan memilih berkumpul dilapangan sekolah untuk mendapatkan jawaban dari Dinas Pendidikan Sumenep, terkait dengan tuntutannya agar oknum guru Fjs yang dianggap telah berbuat asusila tersebut dikeluarkan dari SMAN II Sumenep. Meski Ketua Komite Sekolah SMAN II Sumenep yang juga Pengawas SMP dan SMA Dinas Pendidian Sumenep H. Moh. Safaat bersama H. Ach. Mahfud memberikan janji akan menyelesaikan persoalan tersebut besok hari Rabu, (16/02). Namun para siswa tetap tidak mau masuk kelas. Bahkan sempat terjadi kegaduhan antar siswa yang pro dan yang kontra. Dari hasil investigasi News Room ke beberapa siswa ternyata memang ada yang pro terhadap guru yang diduga melakukan asusila itu, bahkan mereka justru membela oknum guru Biologi tersebut, karena menilai itu hanya fitnah yang dilakukan oleh sebagian guru lainnya yang dendam dan berhasil mempengaruhi siswa untuk melakukan aksi tersebut. Suasana memanas antar siswa yang pro dan yang kontra tersebut, bahkan hampir terjadi bentrok, karena saling menantang dan berteriak lantang. Untungnya suasana tersebut segera terhenti setelah Guru yang dipersoalkan muridnya, Fjs itu berbicara di microphon agar para siswa menghentikan aksinya dan menyerahkan persoalan dirinya kepada Dinas Pendidikan Sumenep. Dia juga mengakui, jika dirinya telah menerima panggilan dari Dinas Pendidikan Sumenep pada hari Rabu (16/02), untuk dilakukan klarifikasi atas persoalan tersebut. Ketua Tim Pengawas Dinas Pendidikan Sumenep, H. Ach. Machfud setelah melakukan pertemuan dengan pihak guru dan perwakilan murid mengatakan, jika pihaknya telah mengambil keputusan sementara agar guru yang bersangkutan tidak mengajar dulu sampai diperoleh hasil keputusan yang akan dilakukan Dinas Pendidikan Sumenep. Sementara oknum guru SMAN II Sumenep, Fjs ketika dikonfirmasi News Room ditengah-tengah berlangsungnya aksi demo siswanya mengaku tidak pernah melakukan hal yang dituduhkan kepadanya. Meski memang sempat mengaku sebagai mantan peminum berat, namun dirinya tidak pernah melakukannya kembali apalagi mengajak siswa minum-minuman keras. Mengenai persoalan pelecehan seksual terhadap siswinya, Fjs mengaku telah diselesaikan sebelumnya bersama orang tua siswa yang bersangktan dan sudah tidak ada masalah. Untuk itu dirinya berharap, karena persoalan tersebut telah terekspos, maka dirinya minta pengembalian nama baik. Dia justru menilai aksi tersebut digerakakan oleh oknum guru yang membencinya, dan pihaknya siap menghadirkan murid sebagai saksi. Sementara itu Koordinator Lapangan (Korlap) yang juga sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Kelas (MPK) SMAN II Sumenep, Agus Riyadi kepada sejumlah wartawan menegaskan, apabila tidak ada ketegasan dari Dinas Pendidikan baik sekarang maupun besok, pihaknya akan tetap melakukan aksi mogok belajar. Bahkan bila guru yang bersangkutan tetap mengajar di sekolahnya, pihaknya akan mendatangi DPRD Sumenep, sebab menurutnya, oknum guru tersebut sudah berulang kali melakukan tindakan tak terpuji itu. Lebih jauh ia berharap sebelum SK Pemberhentian dari Dinas Pendidikan Sumenep turun, pihaknya minta Fjs agar di non aktifkan dulu dari SMAN II Sumenep, sebab dikhawatirkan nantinya melakukan intimidasi kepada siswa, seperti pernah dilihatnya, Fjs sempat keliling kelas mengintimidasi siswa. Namun demikian Agus tidak mengelak, jika siswa di SMAN II ada yang pro dan kontra terhadap permasalahan ini, karena menurutnya yang pro itu yang telah diintimidasi dan ada yang memang anteknya. Namun ditegaskan aksi mogok belajar siswa tersebut atas kemauan siswa sendiri dan tidak ada yang menggerakkan atau menunggangi. ( Ren, Fj, Esha )