Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 01-10-2013
  • 2156 Kali

Dinas Koperasi Dan UMKM Giatkan Program Usaha Mikro

News Room, Selasa ( 01/10 ) Dinas Koperasi dan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) Kabupaten Sumenep, terus menggiatkan sejumlah program guna peningkatan usaha mikro. Program yang sudah diterapkan pada tahun 2013, meliputi pelatihan-pelatihan terhadap usaha-usaha untuk terus mendorong bagaiamana UMKM semakin berkembang. Adapun bentuk pelatihan itu berupa tudung saji, pembuatan hantaran untuk lamaran, dan kegiatan pelatihan membatik, sulam pita, pembuatan manik-manik dan pembuatan lilin. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Sumenep, Imam Trisnohadi, SH, M.Si menjelaskan, anggaran yang tersedia untuk peningkatan usaha mikro itu sangat terbatas, sehingga pihaknya melakukan beberapa program guna mensiasatinya, yakni dengan memberikan beberapa pelatihan. Sasaran program peningkatan usaha mikro itu, bagi wira usaha baru yang tujuannya agar bisa mandiri dengan pelatihan tersebut. “Peserta yang dilibatkan dalam pelatihan program peningkatan usaha mikro itu, bagi mereka yang baru memulai usaha. Makanya, mereka diberi pelatihan supaya bisa membuka usaha sendiri dengan kemampuan (skill) yang dimiliki hasil kegiatan itu,”kata Imam, Selasa (01/10). Menurutnya, penerapan program tersebut, ada yang memang murni dari Dinas Koperasi dan UMKM, namun ada juga yang bekerja sama dengan Pemerintah Propinsi Jawa Timur dan PT. BPRS (Bank Perkreditan Rakyat Bhakti Sumekar) Sumenep. “Untuk yang bekerjasama dengan Dinas Koperasi Pemprop Jatim berupa pembuatan kerajinan manik-manik, sulam pita, dan kerajinan pembuatan lilin. Sedangkan yang bekerjasama dengan BPRS yang memaksimalkan dana CSR, berupa pelatihan membatik, dan sulam pita,”terangnya. Imam mengungkapkan, sebagai tindak lanjut dari kegiatan pelatihan itu, Dinas Koperasi dan UMKM Sumenep telah menyediakan gedung klinik, sebagai tempat memasarkan hasil produk lolal. “Kami sengaja menyediakan gedung klinik. Ini bentuk apresiasi kami terhadap kerajinan yang dihasilkan oleh pengusaha lokal, baik perorangan maupun kelompok. Nantinya, kami akan mempromosikan melalui Dinas Koperasi Pemprop Jatim ke daerah lain. Sampai sekarang sudah berjalan cukup lancar, seperti hasil batik dan pembuatan hantaran untuk lamaran,”ungkapnya. Berdasarkan data di Dinas Koperasi dan UMKM Sumenep, jumlah UKM hingga akhir tahun 2012 lalu, sebanyak 22.465 UKM, dan sampai Juni 2013 kemarin, mencapai 22.570 UKM. “Ada kenaikan 105 UKM, di tahun 2013 ini. Kami akan terus berupaya meningkatkan para UKM tersebut, diantaranya menyediakan bantuan modal usaha mikro senilai Rp. 280 juta, baik untuk perorangan maupun kelompok,”pungkasnya. ( Nita, Esha )