News Room, Sabtu ( 21/03 ) Menghadapi pelaksanaan Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2009, yang akan digelar tanggal 09 April 2009 mendatang, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sumenep terus gencar melaksanakan kegiatan sosialisasi Pemilu 2009 melalui semua komponen alat komunikasi yang ada. Diantaranya, siaran melalui Radio Gema Sumekar (RGS) yang memancar melalui AM 1220 KHz dan FM 95.40 MHz, media online melalui website di http//www.sumenep.go.id, Tabloid Info Sumenep yang terbit setiap minggu dan tersebar hampir disemua Desa dan Kecamatan, termasuk lembaga Pendidikan, Pontren, dan lembaga-lembaga lain, juga mendapat kiriman Tabloid dinamika informasi dan komunikasi Sumenep ini. Disamping itu juga melakukan pemutaran film kepelosok-pelosok Desa di Sumenep, juga melalui berbagai lembaga mitra Diskominfo Sumenep, seperti Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dan Karang Taruna yang selalu melakukan pertemuan rutin dengan memberikan informasi ter-up to date. Berbagai komponen informasi yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Sumenep itu dinilai sangat efektif, pada era globalisasi sekarang ini. Sebab, informasi bisa diterima oleh semua kalangan masyarakat dari semua lini. Bisa dikatakan tiada hari tanpa informasi dan informasi memenuhi hari-hari kita semua. Maka, momentum pelaksanaan Pemilu 2009 ini diharapkan masyarakat akan mengambil peran dalam menyukseskan pelaksanaan pesta demokrasi 5 tahunan ini. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sumenep, Drs. Miftahol Kharim, MM mengungkapkan, jika Pemilihan Umum Legislatif yang tinggal beberapa hari ini sangat perlu dukungan dan peran aktif dari segenap warga masyarakat dalam menyukseskan pesta demokrasi rakyat. Sebab, tujuannya untuk memilih wakil-wakil rakyat yang akan duduk menjadi anggota DPR-RI, DPD-RI, DPRD Propinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota, merupakan hal penting bagi masa depan bangsa ini “Dengan suksesnya Pemilu 2009 nanti, para pemimpin yang terpilih nantinya akan melanjutkan pembangunan disegala bidang, demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat Indonesia,â€Âujar mantan Kabag Umum Sekretariat Kabupaten Sumenep ini. Ditegaskan, melalui pelaksanaan pesta demokrasi rakyat saat ini jangan sampai meretakkan persatuan dan kesatuan bangsa. Hal itu dapat ditunjukkan dengan mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan menggunakan hak pilihnya dengan penuh tanggung jawab sesuai hati nurani masing-masing dalam mencontreng tanda gambar, dan nomor atau nama calon yang dipilihnya. “Kita juga membantu tugas KPU dalam mensosialisasikan Pemilu 2009 ini, agar masyarakat mulai dari yang berpendidikan hingga yang awampun dapat memberikan hak pilihnya sesuai hati nurani. Sebab semua bangsa Indonesia memiliki kewajiban yang sama dalam menentukan arah bangsa ini,â€Âtambahnya. Sebab, pelaksanaan Pemilu 2009 ini memang berbeda dari pelaksanaan Pemilu sebelumnya, disamping lebih sulit, juga sangat banyak pilihan sehingga membingungkan bagi yang benar-benar tidak mengerti dalam melaksanakan pemungutan suara nantinya. Karena cara pemungutan suara yakni dilakukan dengan 'mencontreng' calon legislatif (caleg). Meski , mencoblos masih diperkenankan dan tetap dianggap sah. Jadi, kalau hanya mencontreng maupun mencoblos partai politik (parpol), tetap sah. Ditambahkan, pihaknya punya kewajiban moral untuk menyukseskan Pemilu 2009. Karena itu, tata cara pemungutan suara sangat perlu dijelaskan bagi masyarakat secara rinci, utamanya dari lembaga yang berkompeten yakni KPU, karena itu pihaknya juga melakukan koordinasi terkait sosialisasi yang dilaksanakan, demi suksesnya Pemilui 2009. ( Ren, Esha )